Bagi seorang Aira, manusia tiang yang tengah menahan kepalanya dengan sebelah tangan agar jarak mereka tak menyempit adalah sosok pria menyebalkan, kejam dan tak berhati. Oleh sebab itu, Aira ingin sekali menonjok wajah rupawan pria itu dengan tonjokan sekeras yang ia bisa mengingat seringai remeh yang kini tersungging di bibir tipis itu.
'Gimana bisa cowok kayak gini naklukin hati banyak cewek?!' batin Aira. 'Ke dukun mana 'sih si sialan ini? Gue doang nih yang gak kena pelet? Apa iman gue sebegitu kuatnya?'
Diam-diam, Aira mengusap wajahnya dengan kedua tangan seolah baru saja bersyukur. Dava yang melihat itu langsung mengerutkan keningnya sambil bergidik ngeri. "Masih ada lagi keanehan lo yang lain?"
Aira memutar bola matanya dengan kesal. Sejurus kemudian, ia sudah mencengkram tangan kekar Dava yang berada dikepalanya, lalu menepisnya. Bibirnya mengerucut, matanya menatap Dava dengan tajam. "Masih banyak banyak banyaaakk banget sampai lo bakal tetanus liatnya. Gak mau tetanus kan lo?" Aira memoles senyum sinis. "Makanya, jangan deketin gue lagi ya, Dava Arya?"
Sedangkan Dava hanya membalas mata tajam Aira dengan tatapan menantang kemudian menyetarakan tinggi mereka yang kentara. Ia mengulas senyum miring. "Make me." Suara bass Dava terdengar mengudara setelah akhirnya ia berlalu begitu saja.
Gadis berperawakan mungil itu lantas mengepalkan tangannya dengan gigi bergemertak.
"DASAR COWOK SIALAN!!"
YOU ARE READING
Bad Snow
RomanceMasing-masing orang adalah tokoh utama dalam cerita kehidupannya sendiri. Termasuk seorang Dava Arya yang kini telah mengutuk dirinya sendiri karena menyukai gadis mungil yang konyol. Adalah Aira Putri Valenny, perempuan yang sama sekali tak keberat...
