kring kring kring
Bel yang berbunyi menunjukkan bahwa saatnya istirahat. Para siswa siswi telah berebutan keluar dari kelas menuju ke kantin tentunya. Menyisakan Shena dan Keya sahabatnya di kelas yang sedang duduk sambil menyantap roti bakar buatan Shena
"Keyy?" Panggil Shena
"Apaan?"jawab Keya
"Lo tau gak id line Revan?" Tanya Shena hati hati
"Gak. Kenapa emang?"
"Gapapa sih, nanya doang"
"Lo suka dia ya?" Pipi Shena bersemu merah menandakan gadis itu sedang tersipu malu
"E--ee-hh gak kok"
"Halah bilang aja kali kalo lo suka" ujar Keya dengan santainya
"Lo.." Shena ragu ingin mengatakan pada Keya karena ia takut akan banyak yang tahu mengenai rahasianya
"Kenapa gue?"
"Lo suka Revan kan?"
"Gak.. dih enak banget sih lo ngomong, ngapain gue suka sepupu gue sendiri" Keya membekap mulutnya sendiri karena keceplosan
"APAAA???"pekik Shena
"Syutt...."gumamnya"diem bego. Jangan sampe ada yang tau yah gue sepupunya Revan bisa mampus ditanyain ini itu deh gue sama fansnya" pinta Keya, tangannya membekap mulut Shena bukan lagi mulutnya
"Eh anjir beneran? Lu sepupuan sama Revan?" tanya Shena yang suaranya tengah dibuat sekecil mungkin
"Iya goblok." Jawabnya ketus
"Pantess lu ketus banget kayak dia. Turunan ye? Hahhaaaa sumpah ya, gak gue sangka lu sepupuan sam tu anak"
"Enak aja lo. Ketusan tu anak taokk" timpal Keya "Tapi benerkan, lo suka sama tu anak?"
"Hehehe... Keya cantikk dehh.. jangan bilang siapa siapa yaaa" wajah Shena saat ini dibuat semanis mungkin tapi percayalah itu menjijikan bagi Keya yang ditatap seperti itu
"Jijik banget sih muka lo nyet"
"Iya gue jelek kek monyet gak kek lu"
"Emang gue kenapa?"
"Kan muka lo kek sapi gitu"
"RECEH ANJENGG" tawa keduanya pecah. Tak disadari oleh keduanya bahwa mereka sedang diperhatikan oleh seseorang
Pasti dia ngomong sama tu anak burik deh, ah sialan batin cowok itu
Revan memasuki kelas Shena dan menuju ke bangku Shena dan Keya
"He cewe burik minggir lo!!" titah Revan yang menatap Shena jijik
Shena bangkit dari duduknya dan berdiri di belakang Revan
"Apaan sih lo. Berani lo katain temen gue burik mampus lo sama gue" ujar Keya pada Revan
"Lo tuh ya, dibilangin juga jangan deket sama ni burik. Ngapain sih lo deketin dia gk level sama lo tau gk" Shena yang mendengarnya berusaha sebisa mungkin untuk menahan air matanya yang sudah bersihkeras untuk keluar
"Jangan gitu Rev!!" Bentak Keya "Gue gk suka liat temen gue dihina gitu. Lo punya hati gak sih?"
"Punya. Hati gue buat lo, kenapa emang?"
DEG
Ada tamparan yang keras dihati Shena seperti tersambar petir, ia diam mematung di posisinya tadi
"Apaan sih lo tuh" untung kelas sedang sepi karena jam istirahat jadinya tidak ada yang tahu mengenai permasalahan keduanya
"Gue sukaa sama lo Keya. Ada masalah apa sama perasaan gue?" Pekiknya yang membuat Keya bungkam
"Gue gak suka lo goblok. Kita saudara goblok. Otak tuh dipake jangan disimpen didengkul."
"Bodo amatlah. Intinya gue suka lo dan gue mau lo jadi cewe gue. Mulai hari, lo, Keya Anastasha resmi jadi pacar gue. Gue gak terima penolakan Key" Sebelum pergi Revan mengecup kening Keya sebentar dan berlalu menuju ke arah sahabatnya yang tadi juga menyaksikan kelakuan gila Revan
Gue gapapa, lo bisa Na batin shena
Shena menatap Keya yang juga sedang menatapnya
"Gue minta maaf Na, gue--gue gak bermaksud dan gue gk suka sama Revan" ujar Keya lalu menunduk kepalanya menatap lantai
"Gapapa Key, lo emang layak dicintai. Lo cantik, baik, dan lo bisa buat Revan seneng. Gue percaya dia bahagia sama lo." Jawabnya dengan nada yang, lemah
"Shen-"
"Udah ya Key, gapapa. Gue ke kantin dulu, laper nih "
Potong Shena, lalu memberikan senyuman hangatnya. Ia pun keluar menuju rooftop sekolahnya yang ia pastikan hanya ada dirinya sendiri disana. Pikirannya kacau, sulit menerima kenyataan yang terjadi beberapa menit yang lalu
Ini yang aku takutkan, terlalu percaya hingga akhirnya kembali disakiti batin Shena
....
Hii guys..
Aku author baru. Pengen banget buat cerita yang bisa ngungkapin perasaan aku akan sesuatu.
Salam kenal ya semuanya.
See u next chap guys. Jangan lupa vote dan komen ya
ESTÁS LEYENDO
Sending My Love To Heaven
Novela Juvenil"Mereka datang, lalu pergi. Itulah kehidupan yang kurasakan. Ditinggalkan tanpa pamit. Apa perlu aku yang meninggalkan? ingin rasanya aku merasakan rasanya meninggalkan sesuatu yang kusayang" .... Jangan melihat sebuah cerita dari judulnya, sinopsis...
