Part1

15 4 0
                                        

"WHAT" Teriak gadis itu spontan membuat orang tuanya kaget.

"Tenang dulu dong Li" Ucap wanita paruh baya, yang tak lain adalah ibu dari gadis yang kaget tadi.

"Iya, lagi pula kita ngelaikuin ini tuh demi masa depan kamu" Sambung Pria yang yang tak lain adalah ayah gadis itu.

"Tapi ma,pa, Liona tuh gak mau. Dan lagi pula Liona tuh masih sekolah. " Ucap gadis itu yang diketahui bernama Liona.

"Ya makanya itu, mama kasih tau kamu sekarang, kan kamu juga udah mau lulus SMA,supaya kamu gak terlalu kaget kalo di kasih tau mendadak." Ucap wanita paruh baya itu duduk si samping anaknya sambil mengelus pucuk kepala anak semata wayangnya itu.

"Lagian kan umur kamu masih muda banget, kamu tuh terlalu cepat sekolah. Jadi ada kesempatan kamu buat bebas beberapa tahun. " Jelas papa Liona sambil menyerumput kopinya.

"Tetep gak mau, dan yaaaaaaa HELLOW INITUH UDAH JAMAN MODERN, GAK HITZ BANGET MAIN JODOH JODOHAN. " Ucap Liona masih tetap pada pendiriannya,yaitu menolak perjodohan.

"Sayang, umur kamu nih masih 16 tahun, dan kamu udah mau lulus SMA. Jadi kamu bisa bebas dulu sekitar 2 sampai 3 tahun. " Jelas Mama Liona menyakinkan anak kesayangannya itu untuk menerima perjodohan itu.

"Lagian kami udah pilih pria yang hotz, hetz, atau hezz apalah yang sering kamu ngomong itu. Dia baik, ganteng, mapan, dan bertanggung jawab. " Ucap papanya kesulian menggunakan kata "Hitz".

"Hitz pa Hitz. " Ucap Liona membenarkan ucapan papanya itu. Sedangkan papanya hanya bisa menyengir.

"Kamu mau ya nak?" Ucap Mamanya kembali memastikan jawaban anak nya itu.

"Liona pikir pikir dulu deh. " Sambungnya dan beranjak ke kamar meninggalkan kedua orang tuanaya yang hanaya bisa meratapi nasib, ehh maksudnya melihat anak nya yang keras kepala itu.

****

"Mama sama papa gimana sih, bisa bisanya gue di jodohin gitu aja. " Gerutu Liona pada dirinya sendiri.

"Lagi pula siapa sih yang di jodohin sama gue?? Kok mama papa mau sihhh??. " Sambungnya bertanya pada diri sendiri sambil menghempas kan tubuhnya ke atas kasur king size milik nya.

Sambil terus memikirkan perkataan orang tuanya tadi, yang mengatakan bahwa ia akan di jodoh kan dengan orang pilihan orang tuanya. Bahkan dia pun tidak mengetahui siapa orang itu.

Ia pun memutuskan untuk tidur, karena besok ia juga harus sekolah.

***
"Pagi ma,pa" Sapanya saat turun dari tangga menuju meja makan.

"Pagi Li. " Balas mamanya sambil mengambilkan nasi goreng untuk papanya Liona.
"Ayo sarapan dulu. " Lanjut sang mama sambil tersenyum pada anak semata wayangnya itu.

Sedang Liona hanya menggangguk dan duduk di hadapan mamanya.

"Kamu masih bete sama mama papa???." Tanya papa nya sambil memperhatikan anak nya itu.

"Gak kok. " Singkat Liona.

"Sayang, mama sama papa ngelakuin ini itu demi masa depan kamu. Kami bakalan kasih kamu waktu luang deh supaya kamu lebih kenal sama pilihan kami ini. " Bujuk mamanya Liona sambil berkata lembut.

"Udah ah, Liona mau berangkat deluan aja. " Ucap nya setelah meneguk susu yang sudah di siapkan.

"Kamu gak sarapan dulu?. " Tanaya mamanya memperhatikan anak semata wayangnya itu yang beranjak.

"Nanti aja di sekolah. " Singkatnya dan langsung menyambut tangan orang tuanya untuk mencium punggung tangan orang tuanya itu.

"Kamu naik apaan?. " Tanya papa nya sontak membuatnya berhenti melangkah.

All Come LateWhere stories live. Discover now