Hidup di keluarga agamis menuntutnya untuk menjaga nama besar keluarganya. Lingkungan hidupnya di pondok pesantren tepatnya satu komplek dengan pesantren kakeknya. Nayra Salsabilla Kamila cucu dari ulama' besar di sebuah desa religius, Nayra harus hidup dengan aturan yang selalu mengekangnya.
Tapi meskipun begitu, Nayra tumbuh berbeda dari ketiga kakak perempuan nya yang lain. Nayra mempunyai tiga kakak perempuan cantik dan bergelar hafidzoh, dengan satu kakak lelaki dan dua adik lelaki yang semuanya wajib mondok. Itulah peraturan yang wajib terlaksanakan.
Nayra juga cucu perempuan terakhir dari keluarga bani KH. Abdullah. Yah, itu nama kakek Nayra. Sebenarnya Nayra tidak pernah ingin memasuki dunia pesantren, namun mondok adalah suatu hal yang wajib dan akan sulit jika Nayra menentangnya. Karena kakeknya lah yang mengatur semuanya. Bahkan abi dan umi pun tidak berani membantah abah.
Ketika kecil Nayra sering kali bermain di ponpes putra hingga menginjak usia tujuh tahun masih saja bermain di ponpes putra. Berulang kali umi sudah menasehati, namun tidak pernah di dengarnya. Hingga akhirnya, Abah marah besar karena tahu Nayra masih bermain di kawasan santri putra. Dan saat itu pula Nayra, tidak lagi memasuki kawasan santri putra lagi.
Nayra gadis berwawasan luas dan ingin sekali mengenali dunia luar lebih dalam. Karena keterbatasan membuatnya sangat sulit untuk melakukan hal* baru. Sebenarnya apapun yang di inginkan Nayra pasti akan di penuhi keluarganya tapi itu dulu. Sebelum kepercayaan keluarganya hancur karena ulahnya.
Bingung satu kata yang membuat saya gak yakin buat nerusin cerita ini? Takutnya gak bisa nyambung gitu. Tapi menurut kalian di lanjut gak ya?
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Perjalanan Menuju Cinta HALAL
RomantizmBagaimana dengan dirimu jika suatu hari kamu di jodohkan dengan seseorang yang tidak pernah kamu kenal bahkan sekali pun tak pernah melihatnya? Saat kamu harus berpegang teguh dengan kereligiusan keluargamu. Mampukah kamu menolak perjodohan itu? At...
