"Tidak ! Saya tidak mencintainya...", elak seorang wanita saat mendengar pertanyaan dari seseorang. Mengapa sepertinya wanita itu begitu menghindar dari sesuatu yang berbau cinta, entah apa sebenarnya yang terjadi ?? atau karena masa lalu yg pahit, hingga kini membuatnya merasa menjadi org paling terkutuk dengan hal yg berhubungan dgn hati, cinta, dan perasaan.
"Mengapa ?kau berbohong kan ?" Tanyanya pada wanita tadi, karna Runi sangat faham dgn sahabat nya itu bahwa Khuraya sedang menyembunyikan sesuatu darinya, sebenarnya ia sangat yakin bahwa Khuraya masih sangat mencintai pria tampan itu.
"Tidak ! Ahh.. Untuk apa aku berbohong, itu artinya sama saja aku akan membohongi diriku sendiri" Khuraya mengelak lagi sembari ia berjalan perlahan menuju jendela kamarnya yg terbuka diiringi angin semilir yg masuk kedalam ruangan itu lewat jendela yg kini ada dihadapannya.
"Ah sudahlah, tak usah dilanjutkan lagian aku sangat yakin bahwa kau masih menyimpan rasa padanya, hanya saja kau tak mau mengakuinya lagi" Runi keluar menuju ruangan dan singgah di sebuah sofa panjang sambil memainkan ponselnya. Sedangkan wanita yg bernama Khuraya hanya melamun didepan jendela yg menampakan pemandangan luas nan indah itu, tatapannya kosong sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu. Apalagi yg difikirannya jika bukan ttg cinta, hidupnya hanya dipenuhi oleh kesedihan dan cerita-cerita cinta yg kelam. Angan nya mengembara menemukan sebuah kisah yaitu kisah setahun silam kisahnya bersama seorang pria tampan yg kini telah membuatnya kecewa, ya pantas saja khuraya amat kecewa sebab dulunya ia amat mengagumi pria itu namun pria itu mengabaikannya bahkan pria itu telah melukai hatinya. Khuraya jujur ia tak terluka dgn ucapan pria itu saat mengatakan bahwa ia tak mencintai khuraya namun yg membuatnya amat terluka adalah dimana pria itu tak menghargai perasaanya bahkan ia selalu tampak dirinya membenci khuraya apalagi didepan semua teman-teman kantornya. Maklum lah jika khuraya dongkol, bukan hanya dongkol ia juga malu telah dipermalukan oleh pria itu karna semua teman kantornya juga tau bahwa khuraya mencintai seorang anak pemilik perusahaan sepatu itu, ia merasa dirinya rendah karna otomatis semua org beranggapan bahwa khuraya adalah wanita yg tak sadar diri karna berani mencintai seorang anak dari penilik perusahaan.
Sebuah teriakan mengagetkan khuraya yg sedari tadi melamun didepan jendela.
"Aaaaaa....!!!!!"
"Huhh' ada apa dengannya ?" ia segera pergi kedapur dan melihat runi disana dengan gelas pecah dan air yg tercecer dilantai dapur.
"Khuraya... Aa'auu.." Runi
"Kau ini kenapa ?kenapa ini bisa terjadi ?apa yg akan kaulakukan tadi?" pertanyaan khuraya membuat runi bingung dari mana akan menjawabnya.
"Aa,akuu.. Aa'auuu!!.. Itu sangat sakit Ray,.. Auhhh'.. " runi terus menerus meracau.
Khuraya sembari mengobati dan memberi plester pada luka runi, ini akibat runi kurang hati-hati dalam melakukan pekerjaan, ia org yg ceroboh hingga akhirnya kini tangan nya pun terluka dan tersiram air panas. Tadinya ia akan membuatkan segelas teh manis hangat untuk sahabatnya itu.
Kini mereka ada disofa panjang
"Runi... Sebenarnya apa yg akan kau lakukan tadi ?"
"Aku tadi ingin membuatkanmu segelas teh manis hangat"
Khuraya tersenyum..
"Tapi runi, seharusnya kau akan lebih hati-hati, karna itu sangat berbahaya runi.." Nasehat Khuraya pada sahabatnya itu.
"Baiklah ray, maafkan aku tidak jadi membuatkan teh manis untukmu tapi lain kali aku akan berhati-hati" Jelas runi
"Baiklah.." khuraya tersenyum dan kembali kekamarnya.
"Teng!" Jam menunjukan pukul 03.45 dini hari, Khuraya terbangun dan akan segera bersiap-siap untuk berangkat kekantor. Ia juga siap menghadapinya kembali, jika bukan karena kebutuhan hidup ia takkan rela bekerja dikantor yg telah mengutuknya itu. Ia menutupnya rapat-rapat, dan begitu menjaga ekspresi wajahnya saat bertemu dgn Mr. Arlando. Memang mr. Arlando sering mencuri pandang pada Khuraya, dan itu yg sangat membuat Khuraya gugup. Jika sudah seperti itu Khuraya mengingat kisah setahun silam agar ia bisa menahan senyum dan ekspresi wajahnya, jujur saja jika wanita itu masih sangat mencintai boss nya itu, terlebih saat memergoki boss nya menatap nya diam-diam, saat memandang wajahnya yg tampan wanita itu sebenarnya sangat ingin melontarkan senyum namun dengan berat hati ia selalu melengoskan wajahnya dan kembali bekerja, seperti itulah hari-hari mereka dgn alur yg tak berubah membuat nya sangat bosan dan ingin rasanya ia keluar dari kantor itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun namun khuraya masih brrfikir panjang bahwa mendapatkan pekerjaan amatlah sulit apalagi untuk bekerja di sebuah perusahaan ternama.
Tiba-tiba saja, saat ia tiba di ruangan nya itu keadaan masih sangat sepi namun terdengar suara seperti 2 orang sedang membicarakan hal penting. Suara terdengar adalah suara seorang pria dan seorang wanita, wanita itu adalah asisten dari Mr. Novand yg dikabarkan ia juga mengagumi Mr. Arlando. Wanita yg bernama Khuraya itu tak sengaja mendengar pembicaraan mereka saat akan mengantarkan berkas ke meja Mr. Arlando, dan ia mengurungkan niatnya untuk mengantarkan berkas-berkas itu ke ruangan Mr. Arlando karna wanita itu masih ada di ruangan Mr. Arlando. Dan jujur saja Khuraya seperti merasakan ada ribuan tusukan jarum dihatinya, karna wanita itu memang masih mencintai Mr. Arlando hanya saja khuraya tak ingin mengakui perasaanya untuk yg kedua kalinya, karna ia berfikir percum saja mengungkapkan perasaanya jika semua itu hanya dianggap angin lalu bagi Mr. Arlando, memang orang-orang besar sepertinya hanya akan melihat perasaan pada wanita-wanita yg sederajat dengannya.
"Pak, saya ingin mengajukan pernyataan !" Wanita yg bernama Zellomy itu berbicara dgn mr. Arlando
"yahh,,, silahkan .." jawab Mr. Arlando singkat, ia memang terkenal org yg sangat dingin terlebih dengan seorang wanita, sikap nya yg seperti itu membuat orang-orang terdekatnya sulit untuk menebak dgn siapa ia jatuh cinta.
"Bagaimana jika kita mengadakan meeting di bangkok, dgn salah satu pemilik perusahaan terbesar di bangkok pak, sekalian kita berlibur pak. Memang Bapak tidak bosan berada diruangan ini terus menerus ?.." Jelas wanita itu kepada Arlando.
"Yah, silahkan saja. Tapi kamu adalah Sekretaris Novand. Tidak seatutnya kamu mengajukan ini pada saya, Khuraya adalah sekretaris saya akan lebih baik jika ia yg mengatakan itu pada saya bukan kamu " jawab Arlando dengan tegas, tak menyangka Arlando akan membawa-bawa namanya dalam pembicaraannya dengan wanita yg juga mengaguminya.
"Baik pak, saya akan mengajukan itu pada Mr. Novand tapi Bapak adalah Big boss dikantor ini jadi salahkah jika saya mengajukan ini pada Bapak ??" Wanita itu terus mencari celah untuk dapat berbicara dengan Mr. Arlando lebih lama.
"Tidak! Saya akn diskusikan ini dgn sekretaris saya, Ok! Terimakasih ajuannya, kembali debgan job kamu Zellomy, silahkan.." Ia mengedarkan tangannya sebagai isyarat agr zellomy keluar dari ruangannya.
Khuraya segera pergi dari tempat itu dan kembali keruangannya, kembali dengan computer dihadapannya memaparkan bahwa masih banyak lagi tugas yg harus dikerjakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reinkarnasi Sebuah Perasaan
Teen Fiction"Tidak ! Saya tidak mencintainya", elak seorang wanita saat mendengar pertanyaan dari seseorang. Mengapa sepertinya wanita itu begitu menghindar dari sesuatu yang berbau cinta, entah apa sebenarnya yang terjadi ?? atau karena masa lalu yg pahit, hi...
