1 : Normal Life

102 1 0
                                        


.

.

.

.

.

Chara : Naruto and friends from anime Naruto

©Masashi Kishimoto-sama

(pictures credit to the rightful owner)

Rated : T

Gendre : Drama, Comedy, Romance

Warning : genderbender, femnaru, AU, sasufemnaru, OOC, a lot of typos

Story by Kyuaru

.

.

.

"Itu bunga apa"

"ah, itu Namanya bunga Dandelion"

"Dandelion?"

"um, Naru tahu tidak, kalau mengucapkan permohonan lalu meniup bunga Dandelion dan kelopaknya terbang jauh ke langit, Tuhan akan mengabulkan permohonan kita"

"Hontou? Kalau begitu Naru juga mau berdoa pakai bunga Dandelion"

Pria muda tersebut tekekeh gemas kepada putri kecilnya yang dengan semangat memetik Bunga Dandelion di hamparan rumput yang tertata rapi.

"Naru ingin..."

.

.

.

.

.

.

"Naru, ayo bangun, nanti terlambat" teriakan ibunya dari lantai bawah mengusik tidur nyenyak si Putri tidur, dengan malas gadis itu merenggangkan tubuhnya dan mengambl posisi duduk di kasurnya, beberapa saat ia terdiam, mengumpulkan nyawa yang masih setengah sadar.

"Naru!!" teriakan sang ibu membawa kembali kesadaran gadis yang nyaris tertidur kembali.

Dengan enggan ia beranjak untuk duduk ditepian kasur, meraih jam digital di nakas samping tempat tidurnya.

'07.32'

Angka yang berkedip-kedip di benda kotak itu seketika membuat nyawa gadis yang bernama Uzumaki Naruto itu tersentak, dengan tergesa-gesa gadis manis itu berlari ke kamar mandi, dalam hati ia menggurutu, seingatnya dia sudah memasang alaram, kenapa tidak berbunyi??!!

Gadis itu mandi dan berpakaian dengan sangat terburu-buru, sang ibu - Uzumaki Kushina, yang mendengar suara rusuh di lantai atas menggeleng pasrah, 'kenapa anaknya selalu seperti ini setiap akan ke sekolah'.

Beberapa menit kemudian, Naruto turun dari kamarnya dan langsung menyambar roti panggang yang disediakan Kushina di meja makan, belum sempat roti itu mendarat di mulutnya, Kushina memukul belakang kepala gadis itu.

"Duduk dulu kalau mau makan!!" dengan sudut siku-siku di dahinya Kushina mengepalkan tangan sambil tersenyum 'manis' pada anak gadisnya.

"maa...Okaa-san, Naru sudah terlambat!!"

"KAU KIRA ITU SALAH SIAPA HAHH??!!" marah Kushina, rambut merah panjangnya terlihat berkibar-kibar dengan backround api yang membara membuat bulu roma Naruto naik.

Naruto mengernyit, ibunya sudah masuk ke mode 'Habanero merah' ia pasti kena omel.

"Okaa-san, kali ini sajaaa..." dengan tangan mengatup di depan dada, Naruto merengek memohon ampun ibunya agar dapat dibebaskan.

Dandelion SmileTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang