Saya pikir kalian tahu bagaimana cara menghargai seorang penulis ^.^
"Kalau kamu hanya berfikir, tanpa melakukan sesuatu. Tuhan juga enggan untuk membantu."
***
Kalian pasti suka kan sama yang namanya indomie? Kira-kira begitu perasaan Angel ketika melihat ice prince nya. Langsung berselera.
"Kak Erisa, selerakuuu." Serunya sambil bersenandung lebay kearah udara.
Perasaannya selalu berbunga ketika melihat ice princenya yang selalu nampak batang hidungnya yang mancung itu dibelokan tangga.
Angel menata rambutnya sedemikian rupa, agar dirinya dilihat oleh Erisa, paling tidak dilirik saja oleh sang empu, tapi apa daya dia tahu Angelie hidup saja tidak.
"Lo harus lupain dia ngel" sisi otaknya langsung berpikir seperti itu.
Tapi, "Berjuang dulu kek, maju aja belum udah mundur." Kini suara hatinya menggema di dalam dirinya.
Angel mengerucutkan bibirnya kesal karena otak dan hatinya yang sama sekali tak sinkron. Seperti atom dan krupuk makaroni, gaada hubungannya sama sekali.
"Woy!" Seruan dari Rasya teman cowok toa nya itu selalu tidak bisa selow.
Angel menggeram kesal ingin mengumpat namun sekarang masih puasa, astagfirullah.
"Lo kenapa sih, hobi banget ngrusuhin hidup orang?!" Sentak Angel sebal.
Rasya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Kan gue sowong, mending gue usilin lo kan daripada gak punya kerjaan."
"PR Kimia lo tuh numpuk! Udah ngga pernah ngerjain, nyontek an pula."
"Ehehe, kan gue anak rajin."
Angel memutar matanya kesal, "Serah lo bambang!"
"Eh itu kan nama bapak gue ngel!"
"Bodo amat."
Angel pergi meninggalkan Rasya yang masih mengekor dibelakangnya, tujuannya saat ini adalah kembali ke kelas.
Berhubung kelasnya ada dipojokan jadi ia harus rela berjalan jauh agar bisa melihat ice prince nya itu.
"Tunggu ngel!"
Angel terus berjalan berpura-pura tak mendengarkan panggilan Rasya. Di sepanjang koridor cukup banyak siswi yang menatapnya iri karena dikejar oleh salah satu casanova SMA nya.
Ya, Rasya anak pemilik yayasan. Membuat ia menjadi orang yang disegani, most wanted sekolahnya namun satu Rasya adalah sosok yang sangat pemalas.
Ingat, itu bukan tipe Angel sama sekali.
Cowok dengan kumis tipis, bertubuh jangkung dan berkulit bersih itu yang kini menjadi impiannya sejak ia masuk sekolah ini.
Namun, sepertinya cintanya kali ini gagal lagi. Istilah kerennya bertepuk sebelah tangan.
Miris.
"Ga usah ngekorin gue rasyaaaaaa!" Teriakan Angel membuat seluruh pasang mata menatapnya aneh bahkan ada yang menertawakannya.
Setelah Angel sadar, ia segera melihat ke belakang dan tidak menemukan Rasya disana.
memang sebelumnya Rasya langsung berbelok kearah kelas IPS 1 di blok B yang baru ia lewati barusan karena bertemu teman main caturnya.
YOU ARE READING
Happy (E)nding
RandomApa jadinya jika kalian sudah berusaha melupakan seseorang? Namun ternyata orang yang kalian lupakan kembali mencintai kamu? Lalu... Apa yang kalian lakukan? Mencintai orang yang sama, atau berpindah pada hati yang baru? ©Angel, ©Rasya ©Erisa
