Broken

18 1 2
                                        

"Benar kata nenek cinta hanya bermodal janji manis"

.
.
.
.
.
.

"kamu tega ya"
teriak seorang lelaki

"Iiih apaan sih aku itu udah nggak punya hubungan sama kamu"

setelah mengatakan kalimat tersebut wanita itu langsung menggandeng tangan seorang lelaki dan pergi begitu saja meninggalkan seseorang lelaki yang ada di depannya

lelaki itu hanya bisa menatap nanar punggung wanita yang telah perlahan menghilang meninggalkanya

"Maaf mas"

lelaki itu menoleh kepada sumber suara yang berada disampingnya sambil mengangkat sebelah alisnya

"Ini bilnya"
jawab wanita itu sambil menyodorkan sebuah kertas putih kecil

"Aaaaaaaaaaa Ya Allah betapa naas nasib ku"
teriak lelaki tersebut sambil menjambak rambutnya sendiri

"Mas kalau mas nggak bayar nasib saya juga naas seperti mas"

Jawab pelayanan itu dengan enteng
Laki-laki Tersebut lalu menatap pelayan itu dan memegang bahunya

"Mba saya ini baru kehilangan cinta pertama saya mba,saya baru dihiyanati mba tolong ngertiin saya mba,mba tau nggak kita udah berjanji bakal setia,bakal hidup sekarang atau lima puluh tahun lagi mba,Ya Allah"

Pelayan tersebut hanya dapat menelan silfatnya karena bingung harus menjawab apa

"Hiks hiks mba"

panggil lelaki itu dengan suara yang sedikit paru

"Iiya mas"

jawab pelayanan dengan hati-hati

"Ternyata benar kata nenek cinta itu hanya bermodalkan janji manis"

Kata lelaki itu sambil menyeka ingusnya

"Gue harus move on, semangat, semangat"

"Iya semangat mas semangat"
Jawab pelayan itu antusias

Sambil tersenyum dan membuka matanya perlahan lelaki itu kembali menatap pelayan yang ada di depannya

"Ini kartu nama saya mba,mba penggang dulu nanti baru saya bayar"

setelah mengatakan itu lelaki itu langsung beranjak pergi tanpa beban

sedangkan pelayan itu hanya melongo di tempat

***
Disisilain ada seorang gadis yang bernasib naas seperti lelaki tadi

tapi bedanya dia di tikung sama tetangga rumahnya sendiri

"Oke sekarang aku tanya sama kamu"

Ucap seorang gadis sambil menatap pria dan seorang gadis yang ada di depannya nya

sambil menunjuk dan menarik nafas dalam agar air matanya tidak keluar gadis itu berkata

"Kamu pilih dia apa aku?"

"Apaan siih ai alay banget deh"
jawab gadis di depannya

"Eh diam ya pelakor"
langsung saja gadis yang dipanggil ai itu memotong ucapannya

"Udah...ai"
panggil lelaki tersebut dengan lembut

"Iya saa"
belum juga ai meneruskan perkataannya lelaki itu malah lepasin gandengan tangannya

"Dit kok di"
Tanya si sambil berusaha menggenggam kembali tangan Adit

Namun usahanya sia-sia Adit kembali melepaskan genggaman itu dan mempererat genggamannya dengan gadis di sebelahnya

"Maaf ya ai aku nggak bisa milih kamu karena kamu terlalu subhanallah untuk aku yang masyaallah ini"

kalian tau??
apa rasanya saat orang yang kalian sayang berkata seperti itu?

rasanya jantungku berhenti berdetak dunia serasa gelap ya walaupun ini malam hari jadi wajar gelap ya

"Tapi..."

"Udah nggak usah drama deh dia itu lebih milih gue daripada Lo"

Ya Allah pengen gue gantung ni anak di atas plafon kafe ini(umpat ai dalam hati)

"Udah yuk kanda kita pergi"
gadis itu langsung saja menarik tangan adit untuk menjauh dari ai

"Dit tunggu"cegah ai

"Ada apalagisih"
tanya wanita itu judes

Tapi ai tidak menghiraukan gadis itu dan berjalan mendekati dan menatap Adit

"Ada apa ai?"

Ya Allah kok dia masih lembut banget ya dasar iblis bertampang malaikat(pikiran ai)

"Kamu udah bayar kan?"

***
Assalamualaikum
Ini bagian pertamanya teman-teman
Maaf ya kalau alay😂emang sengaja soalnya ini cerita emang mengandung sedikit cerita lucu😊jangan lupa like komen dan share 😊

Lightning bugWhere stories live. Discover now