.
.
Jungkook melihatnya pertama kali saat ia tengah menyesap cocktailnya di dekat balkon, si pria berjas hitam dengan kemeja bunga matahari gelap. Posturnya tegap dan kokoh, wajahnya sudah jelas sempurna walau sebagian ditutup oleh topeng polos hitam metalik. Pria itu menghampirinya bersama bau kuat parfum jantan, memberi senyum dengan suara husky yang menyapa ramah—dan Jungkook harusnya sadar sejak awal bahwa ia lebih baik tidak berurusan dengannya.
.
.
.
"Ber-berhenti sebentar—akh!"
Pemuda Jeon menggigit bibir bawahnya kuat dengan kepala mendongak, meneleng ke kiri karena desakan kecupan di lehernya membuatnya kalah. Rasanya dingin, basah dan lunak—membakar dirinya hingga ke dalam dalam gairah yang memusingkan.
Kedua tangannya bertautan dengan tangan sosok yang menghimpitnya, menaikkannya ke kiri kanan wajahnya sebelum menyambar bibirnya dalam kecupan basah. Lidah yang tadi menyambangi lehernya berganti di dalam mulutnya, mendesaknya kasar menuntut pembalasan.
Jeon Jungkook total lemas.
"Mau mencari tempat yang lebih privasi?"suara husky itu berbisik dalam.
Jungkook menggeleng, lebih tepatnya menolak tawaran yang ia yakin akan membawanya lebih jauh dan ingin meloloskan diri. Tapi desakan tubuh padat pria di depannya membuatnya mengalah, justru larut dalam cumbuan tidak tahu diri saat si pria bertopeng hitam itu merangkul pinggangnya dalam gendongan dan mengangkatnya entah kemana.
Yang Jungkook tahu saat ia membuka mata, ia sudah berbaring di sofa beludur merah dengan kaki emas dan memandangi langit-langit tinggi dengan lampu kristal yang bersinar temaram. Kepalanya meneleng hendak mencari tahu dimana; tapi dagunya di tahan dan sosok pria yang sama menaunginya. Menghalangi pandangan Jungkook dengan posturnya.
"Nama,"bisik pria itu seraya tangannya membuka jas Jungkook dan berlanjut dengan kemejanya.
"Untuk apa?"balas Jungkook.
"Agar aku bisa menyebut namamu dalam geramanku, sama seperti bagaimana kau akan menyebut namaku dalam desahanmu."
Pemuda Jeon diam sesaat,"Jeon Jungkook."
Dan itu adalah hal terakhir yang ia ucapkan malam itu, sebelum ia dibutakan oleh kenikmatan tak berujung.
.
.
.
tetyrizki yang minta sebuah cerita vkook dalam mask party
Well,walau pada akhirnya entah bagaimana malah jadi chapter mesum.
YOU ARE READING
¬ Moonshine
FanfictionMoonshine bisa diartikan sebagai khayalan. Well, sebut saja ini kumpulan khayalan tentang Taekook yang terangkum dalam cerita-cerita pendek? Based their true moment. Enjoy it! ©Galaxypuss
