prolog

10 1 0
                                        

"Ca! Ayo buruan!" teriak Jeje di koridor sekolah sambil menarik pergelangan tangan Caca membuat Caca terseret mengikutinya

"Woi! Tali sepatu gue lepas!" balas Caca dengan teriakannya yang menggema sambil membenarkan gendongan tas nya

"Bodo amat! Pokoknya nanti pas pulang kita main ps di rumah lo" kata Jeje dengan wajah bahagia tetap berlari sampai parkiran sekolah

"Gak mau! Gue mau malmingan sama abang gue dulu, lo gak usah ngancurin rencana gue" Caca melepaskan cengkraman tangan Jeje dari tangannya secara paksa

"Lah kok dilepas?" tanya Jeje dengan wajah kesalnya menghentikan langkahnya

"Udahlah Je, gak usah cari masalah" kata Caca merasa bosan karena setiap hari Jeje selalu mencari masalah dengannya

Jeje dengan nama lengkap Jevano Ivander merupakan teman dari kecil Chaera Davidya yang tomboynya minta ampun. Setiap kali Caca membentaknya Jeje selalu menangis atau pun ngambek membuat Caca tidak tega lama-lama marah padanya. Jeje memang terkenal dengan ketampanannya di sekolah bahkan banyak perempuan yang berusaha menyatakan cinta padanya tapi sayangnya ia selalu menyebut Caca adalah pacarnya. Beberapa perempuan yang mendengar hal itu langsung merasa rendah diri karena mereka tahu Caca orangnya seperti apa. Ya, tomboy, selalu bersikap dingin bahkan terlihat kasar ketika seseorang mengganggu miliknya. Tapi sayangnya, Jeje bukan miliknya jadi Caca tidak ada hak untuk mengakui Jeje adalah miliknya.

Setibanya di parkiran sekolah, Jeje memasangkan helm cadangan yang selalu dibawanya untuk Caca. Karena Caca selalu pulang bersamanya dan kursi penumpang hanya tersedia untuk Caca. Mungkin beberapa orang yang melihat mereka berpikir kalau mereka adalah pasangan yang serasi. Tomboy dan lembek. Itu yang bisa digambarkan untuk sementara.

"Tumben lo bawa motor ke sekolah" ucap Caca menatap Jeje yang memasangkan helmnya

"Tiap hari kali, Ca" jawab Jeje menepuk-nepuk helm Caca yang sudah terpasang di kepalanya

"Masa? Kok gue gak tau?" tanya Caca dengan wajah polosnya membuat Jeje merasa gemas seketika

"Lo pikir selama ini lo pulang sama siapa? Sama mas-mas gojek? Mas gojeknya juga gak mau nganterin lo pulang kayaknya" kata Jeje sambil memasang helmnya sendiri lalu tersenyum kepada Caca

"Iya, iya pulang sama lo" kata Caca menyerah untuk mendengarkan penjelasan Jeje yang cukup panjang dan selalu memancing emosinya

Cheerful CoupleWhere stories live. Discover now