KRINGGG~
"Hallo?" ucap Anjani setelah menggangkat panggilan dari handphonenya.
"Udah mendarat lo?" tanya lawan bicara Anjani ditelpon.
"Udah ni, baru aja" jawab Anjani sambil duduk di kursi yang disediakan oleh pihak bandara.
"Mau gue jemput ga?" tanya lawan bicara Anjani, yang ia ketahui adalah sahabatnya, Vayla.
"Ga usah, biar gua mesen taksi online aja" balas Anjani.
"Yaudah, gue tunggu di rumah lo ya. Btw, bokap lo masih di kantor, tadi dia minta gue ngasih tau lo" jelas Vayla.
"Hmm, oke, gapapa. Udah ye, see you" tutup Anjani mengakhiri panggilan telpon.
Anjani Semesta, mahasiswi cantik asal Indonesia yang baru saja menyelesaikan S2 nya di Universitas California, Amerika Serikat. Anjani adalah anak semata wayang dari pemilik EMT group, Herma Semesta. Ibunya sudah tiada saat usia Anjani 20 tahun, kini usia sudah Anjani menginjak 26 tahun, sifat nya yang ulet dan gigih membangunnya menjadi sosok yang pandai dan juga mandiri.
"Sesuai application ya pak" ujar Anjani setelah menaiki mobil taksi tersebut.
"Siap ka" jawab sang supir sembari mulai menjalankan mobil tersebut.
Pasti ayah bakal nanyain calon menantu deh batin Anjani sembari melihat keluar jendela.
Bukannya penampilan Anjani tidak menarik perhatian lawan jenisnya. Justru sudah banyak pria yang ingin menjadikannya kekasih, hanya saja Anjani yang belum siap untuk berkencan, yang ia inginkan selama 8 tahun di Amerika hanyalah menyelesaikan pendidikannya dan meneruskan perusahaan ayahnya.
"Sudah sampai ka" ucap sang supir setelah mobil berhenti tepat di depan rumah bercat putih dan abu-abu yang megah.
"Oh? Aah iya, jadi berapa pak?" tanya Anjani sembari membuka dompet casualnya.
"Seratus delapan ribu ka" jawab sang supir.
"Ini pak, kembaliannya ambil aja" ujar Anjani sembari memberikan selembar uang seratus dan sepuluh ribu.
"Makasih ka" ucap supir.
"Sama-sama" jawab Anjani sambil membuka pintu mobil.
"Haaaah, udah lama ga pulang. Rasanya kangen banget sama rumah, apalagi sama ibu" ucap Anjani setelah menurunkan semua barang bawaanya dari dalam bagasi mobil dan kini ia tengah berdiri di depan pagar rumahnya sembari menatap tempat tinggalnya yang sudah lama tidak ia tempati.
"Welcome back my sister" ucap Vayla didepan pintu utama setelah melihat Anjani yang diam saja didepan pagar.
"Sok inggris lo" ledek Anjani yang kini sedang membuka pagar.
"Gue kira lo lupa bahasa Indonesia, secara lo kan udah 4 taun ga balik ke indo" ledek Vayla sembari membantu Anjani membawa koper miliknya.
"Ya kale, gua sepikun itu. Kan ga mungkin" bela Anjani.
**
"Waaah, rada berubah ya tata letak ni rumah" kagum Anjani setelah masuk ke ruangan utama rumahnya.
"Iya gua juga kaget, pas seminggu yang lalu dateng kesini" jawab Vayla.
"Ngapain lo dateng ke rumah gue? Meet and greet ama bokap gue yaaa?" ledek Anjani.
"Kaga lah. Gue di telpon ama bokap lo, katanya mingdep lo mau pulang ke Indo, jadi gue disuruh nginep disini dulu bareng si Thesa ama Bella juga kok" jelas Vayla.
"Nah, terus, tu dua bocah mana?" tanya Anjani.
"Lo belum peluk gue btw, sebagai melepas rindu" ujar Vayla sedih.
"Oh iya! Gua lupa. Aaaa kangen Vaylaa" ucap Anjani sembari memeluk Vayla dengan erat.
"Udah kerja lo?" tanya Anjani melepaskan pelukannya.
"Udah, jadi pengacara" bangga Vayla.
"Azig, tercapai juga cita-cita lu dari orok" senang Anjani.
"Oh ya, si Thesa sama Bella lagi beli cemilan di supermarket depan" jawab Vayla tentang pertanyaan yang lupa ia jawab.
"Oow, begitu. Oh ya, kamar gua bau ga?" tanya Anjani yang mulai menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.
"Kaga, kan udah dibersihin sama teteh" jawab Vayla.
"WAZZUUUP!! Gaezzz!" teriak Thesa yang baru saja datang dengan banyak barang belanjaannya.
"ANJANIII!!!!" histeris Bella melihat adanya Anjani di tangga.
"Aaaaa kangen!" teriak Thesa dan Bella sembari berlari menghampiri Anjani.
"Iyaaaa! Kangen lo semua juga" ucap Anjani setelah ketiga sahabatnya sudah berada dipelukannya.
"Baru nyampe?" tanya suara berat yang bisa Anjani tebak adalah ayahnya, dari ruang tamu.
YOU ARE READING
BARIAN
Teen FictionMungkin bagi sebagian orang, dijodohkan adalah hal yang menyebalkan. Tapi beda hal dengan Anjani, Anjani Semesta. Ia hanya bisa menerimanya, ketika sang ayah menjodohkan dirinya dengan pria yang tidak ia ketahui. ** Andrea Cakrawala, dosen idam...
