Matamu Begitu Indah
Bolehkah aku melihatmu lagi?
Kuharap kita bisa bertemu kembali
Disaat dan waktu yang tepat
.
.
.
.
Dahlia tersenyum sumringah saat melihat cahaya matahari dari ufuk timur, dia sangat bersyukur Tuhan masih mengizinkannya untuk melihat keindahan alam semesta. Hari ini Dahlia berangkat sekolah lebih awal karena ada jadwal piket yang harus dilaksanakannya.
"Omah, abang! Dahlia berangkat yaa??" Pamit gadis itu sambil memakan sandwich di meja makan.
"Yaudah abang aja yang nganter Lia ya?" Rizal kakak kandung Dahlia ini sangat suka memanggil Dahlia dengan sebutan Lia.
Perkataan Rizal diangguki oleh Dahlia dengan semangat, mereka berdua segera bergegas menuju ke SMA Garuda yang lumayan jauh dari rumahnya. Sepasang kakak adik itu memasuki mobil berwarna hitam, dan Rizal lah yang melajukannya. Dahlia sangat bangga mempunyai kakak kandung yang baik dan penyayang seperti Rizal. Beberapa menit kemudian, mereka berdua telah sampai di depan gerbang sekolah.
"Abang hati - hati dijalan ya? Kalau ke kampus titip salam buat dosennya." Ucap Dahlia sembari turun dari mobil milik Rizal
Rizal terkekeh pelan melihat tingkah dan gaya bicara adiknya itu. "Oke Bu boss, jumpa nanti adek abang sayang."
Dahlia mengembangkan senyumannya dan berjalan menyusuri lorong. Saat dijalan, dia tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf, Dahlia nggak sengaja." Ia masih menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap orang yang ada didepannya itu.
Lelaki itu tersenyum sinis melihat Dahlia yang menunduk dan enggan menatap wajahnya. "Kalau bicara sama orang tuh liat dong orangnya, nunduk mulu kayak anak SD ketauan ngompol dicelana aja."
Dahlia mendongakkan kepalanya, namun lelaki tadi sudah tidak ada didepannya, ia tidak ambil pusing masalah tadi karena pada dasarnya memang dia tidak sengaja. Langkah kakinya terus berjalan sampai di sebuah kelas 11 IPA - 01. Dahlia memang anak yang pintar, jadi wajar saja kalau dia masuk kekelas unggulan.
"Ishh Lia, kok udah berangkat duluan sih. Mana pagi pagi buta udah ada di kelas, gak asyik nih Lia." Cerocos gadis itu dengan wajah kesalnya
Dahlia memutar bola matanya dengan malas. "Lo tuh ya, gue kan ninggalin lo karena ada piket. Masih mending gue tinggal berangkat duluan daripada gue tinggal nikah, nanti malah lo bunuh diri lagi."
Gadis bernama Gita itu sangat kesal dengan Dahlia, dia bahkan enggan untuk berbicara sampai bel masuk berbunyi.
Tett.. tett.. tett
Pagi ini kelas Dahlia, pelajaran Matematika. Salah satu pelajaran yang tidak bisa hidup mandiri, selalu minta tolong orang lain untuk menghitung dan menghafalkan rumusnya. Pelajaran ini sangat membuat bosan dan mengantuk, apalagi gurunya juga sangat killer. Dah nasib dah:V
Tett.. tett.. tet..
Setelah berjam jam pelajaran matematika, kini bel istirahat berbunyi. Seluruh murid pada berhamburan menuju ke kantin agar para cacing cacing tidak demo.
"Git, ayo kekantin. Napa sih diem mulu. Sariawan ya?" Dahlia menyenggol lengan Gita.
"Ck, yaudah ayo!"
Mereka berdua berjalan beriringan menuju kekantin yang sangat ramai. Saat sedang mengantri, dia menumpahkan teh manis ke seragam seorang lelaki.
Mata Dahlia melebar, dia sangat takut. "M-Maaf, Dahlia gak sengaja."
"Yailah, lo lagi lo lagi. Bosen gue liat lo nunduk trus!" Ya lelaki itu adalah lelaki yang ditabraknya tadi pagi.
"Dahlia, bakal pinjemin jaket buat kamu ya? Tunggu sebentar!" Sehabis mengucapkan kata kata itu, Dahlia langsung berlari kekelas untuk mengambil jaketnya.
Dia berlari dan menyodorkan jaketnya kepada lelaki yang ditabraknya tadi.
"Ini, Dahlia pinjamkan. Besok kembalikan ya ke kelas 11 IPA - 01."
Lelaki itu menerimanya dan memakai jaket tersebut. "Oke, nama gue, Faiz Mahardika. Panggil aja Faiz, gue kelas 11 IPA - 05."
Dahlia mengangguk dan pergi duduk dengan Gita.
Thanks for reading, semoga gak bosen ya? Jangan lupa baca kelanjutannya dan Follow juga, Hehehe:v
Lailatun Nadifah
YOU ARE READING
Dahlia
Teen FictionDahlia sosok gadis yang sangat sederhana dan anggun. Dia anak yang broken home, keluarganya tak utuh kembali. Akankah kehidupan Dahlia bisa bahagia seperti orang lain? Semoga saja ada seseorang yang merubah kehidupan Dahlia menjadi lebih berwarna da...
