PROLOG

206 9 0
                                        

Derasnya hujan membuat semua orang yang ada di halte berhimpitan. Ada yang kedinginan dan  ada juga yang saling dorong untuk mendapatkan tempat.

Lain halnya dengan wanita berkulit putih dan bertubuh tinggi yang memilih untuk tidak berteduh.

Bukan karena dia tidak mendapatkan jatah tempat, tapi memang gadis itu enggan berada ditengah orang-orang yang berisik. Baginya keheningan adalah ketenangan.

Dia kintania jank devouler biasa dipanggil Tania. Tania adalah idola di sekolahnya karena memiliki postur tubuh yang sama layaknya seorang barbiee. Perfecttt!!!

Gadis itu sangat dingin, ketus, tidak memperdulikan orang lain.

Sikap itu dia perlihatkan kepada siapa saja. Tania tidak pernah memikirkan perasaan orang-orang disekitarnya.

🐣🐣🐣

"TANIAAAAAAA"
Terlihat sosok gadis yang seumuran tania berlari dengan memakai payung.

Gadis itu adalah rasty sahabat satu-satunya Tania, Rasty tahu banyak tentang Tania karena rasty dan tania berteman saat mereka masih kecil hingga sekarang.

Tania samar-samar mendengar suara itu tapi tetap saja ia tidak tertarik untuk meresponnya.

"Lo ngapain disini sih? Gue nyariin lo kemana-mana!!" nada  suara gadis itu terdengar cemas bercampur kekesalan.

"pergi" jawab tania dingin.

Dengan membuang nafas kasar gadis itu mencoba untuk bersabar dengan sikap Tania.
"Enteng banget tu mulut"

Tania tidak merespon apa-apa, gadis itu hanya duduk dan melamun dengan tatapan kosong ke arah depan.

"Tan lo mau sampe kapan kayak gini terus? Jujur gue capek ngadapin sikap lo yang kayak gini. Gue tau perasaan lo hancur sekarang karena orang yang lo sayang udah pergi tapi ga harus lo berubah kayak gini tan. Gue sedih liat lo kayak orang gila yang setiap harinya uring-uringan ga hekas kayak gini. Lo bodoh! kenapa juga lo terus meratapi kepergian dia. Banyak orang yang sayang sama lo tapi lo ga anggep mereka ada! Contohnya gue!! Gue sahabat sekaligus saudara lo tapi lo ga anggep gue ada, apakah adil lo anggep orang yang udah meninggal itu masih hidup dan orang yang hidup lo anggep ga ada di dunia? A....."

Belum sempat rasty melanjutkan kekesalannya tania sudh berdiri dan menempelkan jari telunjuknya dibibir rasty. Sorot mata yang dingin sekaligus merah membuat nyali rasty sedikit ciut, ia sedikit mengutuk dirinya mengapa sampai berbicara seperti itu pada tania.

" lo ga tau kan rasanya ditinggalin sama orang yang udah banyak ngerubah hidup lo. Lo juga ga pernah ngerasain gimana hancurnya gue saat mereka semua nyalahin gue untuk hak ini!. Berhenti sok tahu semuanya! gue muak dengerin ocehan lo". Tania meninggalkan rasty dengan raut muka yang tidak bisa dijelaskan.

Tania berjalan pulang kerumah dengan hujan lebat yang membasahi tubuhnya. Semua isi di dalam tas dan baju seragamnya basah. Ia berjalan sambil tertunduk dan menangis. Ia mengingat setiap detik saat bersama laki-laki itu, terbesit pula dalam pikiran tania tentang kedua orang tuanya.

Al aku kangen kamu.

Aku sendirian sekarang. Mereka ga peduliin aku lagi.

Aku sekarang dibenci semua orang karena kepergian kamu.

Maafin aku, andai waktu bisa terulang aku pasti akan memperbaiki semuanya.

Tania kaget karena klakson mobik truk yang begitu memekakkan telinga berhenti secara mendadak di depannya.

Mata tania terasa lebih panas dan berair karena melihat mobil tersebut. Selang beberapa detik tania sontak mundur dengan raut muka takut ketika truk itu sudah pegi.

Tubuhnya melemas seketika dan terjatuh.

Tania menutup telinganya dengan kedua tangan serta kaki terlipat didepan dada. Ia tidak kuasa menahan ingatan lama itu muncul lagi dan membuat Tania ketakutan.

Ingatan tersebut begitu menyiksanya.

Nah lo kira-kira apa ya yang terjadi dengan Tania? Hmmmm

Semoga suka ya.

Vomen kalian sangat membantu gengss💛💛


 

SerendifityStories to obsess over. Discover now