Prolog

58 8 0
                                        

Hai, ini cerita kedua aku setelah 'Alice' terimakasih sudah mau mampir. Maafkan kosakata yang kurang mapan ya, maklum masih belajar. Jangan lupakan vote dan komen nya :* semoga betah di cerita saya.

***

   Namaku Meila, Meila Zahra. Lahir dari keluarga biasa saja, umurku 17 tahun kurang satu bulan hehe...

   Hal yang paling aku suka adalah mendengarkan musik sambil menuliskan isi hati, terdengar lebay sih tapi hobby dan kesukaan setiap manusia berbeda kan?

   Membahas soal sekolah, aku sekolah di SMAN rajawali, sekolah bergengsi yang ada di daerah tempatku tinggal, Bandung. Kenapa aku bisa masuk ke sekolah itu? Karena niat.

   Saat kelas 10 aku mengikuti beberapa ekstra, karena aku ingin menyibukkan diriku di sekolah, lebih tepatnya aku ingin terkenal di kalangan guru-guru supaya nilai etikaku baik.

   Aku tidak memiliki bentuk tubuh yang ideal, bahkan di kalangan ku aku terbilang gemuk. Tapi yang paling spesial dari ku adalah aku memiliki wajah baby face.

   Aku pandai untuk mencari teman namun tidak untuk mencari sahabat. Untuk saat ini aku hanya memiliki dua teman perempuan yang sudah mulai dekat denganku.

   Ajeng maharani, temanku yang memiliki badan kecil mungil, dia terkenal dengan suara cengkoknya ketika bernyanyi lagu dangdut.

   Elsa putri, temanku yang satu ini terkenal dengan kesempurnaannya. Setiap hari yang ia bawa dalam tasnya adalah make up, berbagai macam make up ia miliki. Elsa memiliki badan yang ideal dan banyak sekali lelaki yang ingin memilikinya.

   Membahas soal cinta, jujur aku sudah tidak percaya dengan laki-laki. Menurutku semua laki-laki sama saja, memandang dari fisik. Meski banyak yang bilang kalau tidak semua laki-laki seperti itu.

   Teman laki-laki ku pernah bercerita kalau dia memandang perempuan dari kesederhanaannya, tapi menurutku itu bulshit. Iya, kesederhanaan. Kesederhanaan tentang wajah yang cantik, badan yang bagus, lipstik yang menawan, itu kan?

   Sampai aku bertemu dengan dia, seseorang yang berhasil memikatku dari cara dia memainkan jarinya untuk bermain keyboard. Menurutku dia sangat tampan, pintar, dan berbakat. Sempurna. Cewek mana yang tidak tergiur dengan semua yang dia miliki.

   Aku berharap dia berbeda dengan lelaki lainnya, dan aku berharap aku bisa menyatukan perbedaan. Karena kenyataannya kita itu BERBEDA :)

   Disini kisahku dimulai....
  

*

Terimakasih sudah membaca, jangan lupa vote (supaya bikin semangat) pendek dulu ya.

Dua BenuaWhere stories live. Discover now