Dia memandang sendu ke arah langit malam. Angin terus menerpa kulit mulusnya. Sesekali dia mengusap lengannya karena merasa kedinginan. Pikirannya melayang ke kejadian tadi siang. Dimana dia yang di putuskan oleh kekasihnya entah apa alasannya.
"Aku masih mencintaimu"
Ya. Dia sangat mencintai kekasihnya itu--ralat--mantan kekasihnya. Namun apa daya, dia tidak bisa melakukan apa apa. Takdir baik sedang tidak berpihak kepadanya. Dia hanya bisa berdoa agar dia mendapatkan yang lebih baik dari mantan kekasihnya.
Rencana Tuhan tidak ada yang tau.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arsela
Teen FictionKisah asmara antara remaja 16 tahun dengan orang dewasa 30 tahun
