Setiap orang berhak menjalani hidup dengan caranya sendiri.
Halal ataupun haram, salah maupun benar, terkadang keadaanlah yang memilih.
Terinspirasi dari : fast and furious.
All character belongs masashi kishimoto.
All cover and images are not mine...
all covers and images are not mine . . .KONOHAGAKURE CITY 1999. . . . . .lembak akhir 21:00. . . . .
Langit sore perlahan semakin menggelap pertanda malam kian bertambah larut. berteduh sebuah kendaraan roda empat berwarna biru mendominasi sekujur tubuhnya terparkir dengan nyaman. '1970 PLYMOUTH SUPERBIRD'
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
(Sumber : Google)
sebuah benda mati yang kini menjadi saksi kehangatan hubungan antara seorang ayah dan sang buah hati. membantu meghalau udara dingin malam hari yang berhembus dari tempat yang kini mereka singgahi. begitu senantiasa menemani kedua anak adam yang tengah antusias dengan perbincangan mereka. . . .
Helaan nafas panjang lolos begitu saja dari bibir tegas sang anak, sel sel otak sang anak kini tengah melumat habis kata kata yang dirangkai begitu rumit oleh mulut sang ayah.
"Jika kau sudah membuat keputusan maka jangan pernah kembali melihat kebelakang" seru sang ayah, kedua netra kelamnya yang senada dengan kepunyaan sang anak, kini menatap lekat sang buah hati yang tengah duduk nyaman dengan diam dibelakang kemudi "hei, jika ingin menaklukan rasa takut, jangan hanya duduk manis dan memikirkannya, mari pergilah dan sibukan diri, eh, big boy?" tambah sang ayah, mencoba lebih mempertajam tekad dan keberanian sang buah hati.
"Otōsan tau ini pertamakalinya kau meluncur ditempat ini" pita suara sang ayah kembali bekerja "tapi bukankah kau selalu berteriak! jika orang berani bukan mereka yang tidak pernah merasa takut, tapi mereka yang bisa menaklukkan rasa takut, memacu kecepatan secepat mungkin adalah awal dari keberanian mu, bukan begitu big boy" timpal sang ayah, berhasil membuat kedua netra kelam sang buah hati bergulir, dan mendelik menatap kearahnya.
"Baiklah pak tua kencangkan safebelt mu" ucap sang anak, kembali mengalihkan atensinya, kedepan, untuk menemukan aspal hitam jalan yang tengah terbaring nyaman, kedua tangannya mencengkram erat steer kemudi Plymouth superbird yang ditunggangi nya bersama sang ayah.
"It's just my kid" seru sang ayah, seraya menarik tali safebelt yang berada tepat diatas bahu kanan nya "berikan tontonan yang menarik untuk pak tua renta ini, eh big boy" tambah sang ayah, seraya mengaitkan ujung tali safebelt nya dengan semangat empat lima, yang mana mampu membuat netra kelam sang anak berputar malas.
"Pastikan kau sudah memiliki pop corn dan sekotak susu rendah gula ditangan mu pak tua" seloroh sang anak, seraya memutar kunci kontaknya, membuat sesuatu yang tengah duduk dalam diam dibalik kap, mulai mengeluarkan suara "apa kau tidak ingin buang air kecil terlebih dahulu, sebelum pertunjukan nya dimulai pak tua" timpal sang anak, kembali menoleh kepada sang ayah dengan menaik turunkan kedua alis, sang ayah mencebik kasar menanggapi nya, namun, seolah mengikuti alur gurauan dari sang buah hati, sang ayah menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.