Love is Messed Up

5 1 0
                                        


You say love is messed up
You say that it don't work
You don't wanna try, no, no.
—Waste It On Me—

Sebuah bar di kota Gangnam terasa semakin hangat karena hujan di luar sangat deras. Dentuman musik yang dimainkan seorang disk jockey berambut panjang semakin menyemarakan suasana malam hari ini. Para kaula muda terlihat enerjik menggerakan tubuh mereka di lantai dansa.

Namun satu yang menarik perhatian seorang Jungkook, yaitu gadis berambut pendek yang duduk menyendiri menghadap seorang bartender yang sedang meracik minuman. Ini bukan pertama kalinya ia melihat gadis itu duduk menyendiri, namun ini pertama kalinya ia melangkahkan kakinya demi mendekati gadis misterius itu.

"Mojito, please." pesan Jungkook. Ia sendiri duduk tepat di samping gadis itu yang terlihat cuek bebek akan kehadiran orang lain.

"Listen, guys!" disk jockey bermata sipit itu mendekatkan mikropon ke mulutnya. "Who anybody here to request for the next song?"

Tanpa Jungkook duga, gadis di sampingnya memutar tubuhnya dan mengangkat tangannya tinggi.

"Yes, gurl. What you want?"

"Waste It On Me."

Disk Jockey terkenal itu pun mengacungkan jempolnya dan segera memainkan lagu yang diminta gadis itu. Lagu terbaru miliknya sendiri. Walau begitu, orang yang me-request-nya sama sekali tidak tertarik untuk turun ke lantai dansa. Ia malah duduk anteng menyesap sebuah bir.

Jungkook sedikit memiringkan badannya. Matanya mengitari wajah cantik di hadapannya. "Good choice."

Gadis berbibir merah hasil lipstik itu menoleh. Alis hitamnya menukik tajam. "Excuse me?"

"Lagu yang kamu pilih, bagus."

"I know."

"Kamu yang memintanya, tapi kamu sendiri tidak menikmatinya."

"Who say? Ini caraku menikmatinya. Kamu nggak tahu apapun tentangku. Just shut up your sexiest mouth."

"Wow, apa itu pujian?"

Gadis itu tergelak. Smokie eyes-nya mengerling. "Itu sarkas, bodoh."

Kini giliran Jungkook yang tertawa. "Sayangnya, aku menganggap itu pujian. Karena aku sadar jika bibirku memang seksi." dengan sengaja, Jungkook mengecap bibirnya.

Gadis itu memantik rokok yang dibawanya. "Tidak ada orang seksi yang menganggap dirinya seksi. Itu terlalu percaya diri."

Dengan percaya diri, Jungkook mengambil rokok baru milik gadis itu yang tergeletak di meja bar. Ia juga turut memantik rokoknya. "Bagaimana kalau ada? Apa kau akan jatuh cinta padanya?" dihembuskannya cincin asap ke udara.

"Never."

"Apa? Kenapa?"

Gadis itu kembali menyesap bir miliknya yang tinggal tersisa setengah saja. Ia memandang Jungkook yang tampil dewasa malam ini. "I'll never fall in love with stranger like you, babe." kemudian itu mencondongkan tubuhnya. Pipinya bersentuhan langsung dengan pipi lembut Jungkook. "Love at first sight is bullshit. It's not love, tapi nafsu."

Jungkook memandangi gadis itu yang hendak beranjak. Dengan nada tajam dia berkata, "Let's make a deal with me. Kamu akan jatuh cinta padaku."

Gadis itu tersenyum miring. "In your dream."

"Apa kamu takut?"

Darah dalam nadi gadis itu seketika bergejolak. Sebuah perjanjian, tantangan atau apapun itu tak pernah membuatnya takut. Ia sedikit menoleh pada Jungkook yang sedang tersenyum congkak.

"Listen, Cinta bagiku adalah sebuah kesalahan besar. Dan aku, tak akan pernah jatuh cinta padamu."

"Well, let see."

Waste It On Me •JKStories to obsess over. Discover now