Gadis yang tengah menyisir rambutnya di depan cermin masih merasa sedih dan kesal atas kejadian kemarin sore. Rambutnya yang kusut membuat gadis itu tampak lebih kesal. Membiarkan bibirnya pucat tanpa warna yang biasa dipakai oleh gadis itu.
Gadis itu belum makan dari kemarin sore, hanya menangis setelah kejadian itu. Semua anggota keluarga sudah membujuk gadis itu agar segera keluar dari kamar dan makan.
Flashback on
Gadis yang kini memakai baju lengan pendek dibalut cardigan hitam lengkap dengan celana legging serta sneakers putih ini sedang merasa senang karena akan diberi surprise oleh sang pacar.
Gadis itu mulai memasuki cafe untuk sejenak beristirahat dan meminum segelas es cappucino karena lelah berlompat-lompat riang sepanjang jalan.
Ia tengah memandang keluar jendela yang berada di cafe. Sambil tersenyum-senyum sendiri bak orang gila.
'Besok kamu aku kasih surprise, tunggu dirumah ya jangan kemana-mana' seraya lelaki itu mengusap kepala gadisnya dan beranjak pergi.
TRIRING
Bunyi lonceng cafe terdengar, membuat gadis itu menoleh karena letak pintu cafe tak jauh dari tempat ia duduk. Yang sebelumnya gadis itu masih tersenyum dengan sedotan di tangannya telah terganti dengan kernyitan dahi.
"Verrel?" batin gadis itu.
Verrel tengah berjalan dengan seorang perempuan yang tengah bergelayut manja di lengannya. Mereka tengah duduk di pojok cafe. Dilihatnya cewek itu bersandar di dada Verrel. Setelah itu Verrel mengecup kening cewek itu yang makin membuat gadis ini terheran.
'Itu siapa?' batin gadis ini.
Sampai akhirnya gadis ini tengah kesal setengah mati karena sedaritadi Verrel dan cewek itu terus menerus bermesraan sambil suap-suapan.
BRAKK
"Syaf-Syafira?" kata Verrel gugup.
"Ini siapa sayang?" tanya cewek yang berada di samping Verrel.
'Sayang?' batin gadis ini.
"Jadi gini kelakuan kamu dibelakang aku?"
"Ini gak kayak yang kamu pikirin Ra!" kata Verrel sambil menggenggam tangan Syafira.
"Nggak! aku mau kita putus Rel!" kata gadis itu sambil menarik tangannya yang di genggam.
Plak!
"Dasar BRENGSEK!" rutuk Syafira setelah menampar Verrel.
"Ra! Ira! Maafin aku Ra!"
TRIRING
Gadis itu keluar dari cafe sambil menangis tersedu-sedu. Ia tidak bisa menahan tangisnya. Verrel tidak mengejarnya. Ternyata ini surprise yang dimaksud Verrel.
Flashback off
Gadis itu kembali menangis di depan cermin. Sungguh, mengapa kisah cintanya seperti ini?
Tok...Tok...
"Syafira, makan dulu nak kamu dari kemarin belum makan sayang" ucap wanita paruh baya dari luar sana yang tak lain adalah mamanya.
"Adek! Ayo keluar makan! Badan lo udah kurus makin kurus lagi udah kaya tiang listrik!" Ejek abangnya.
Tiang listrik bagaimana? Tinggi badannya saja gak sampai 160.
"Bang Nial sama mama pergi aja, Fira gak mau makan"
"Ayo sayang! Anak papa biasanya girang kalo diajak makan" Kata pria paruh baya diluar sana.
Jika sudah papanya yang meminta, mana mungkin Syafira bisa menolak.
Cklek
"Akhirnya kamu keluar juga," ujar mamanya tetapi Syafira masih bisa melihat raut keterkagetan mamanya.
-Syafira Vianca Putri
Terimakasih telah membaca cerita ini! Jangan lupa untuk vote dan commentnya!
Salam
YOU ARE READING
NADHIRA!
Teen FictionGadis yang bingung antara dua lelaki di hadapannya atau di masa lalunya?
