PROLOG

201 15 1
                                        

Seorang Namja tinggi nan gagah berjalan menuju ruangan tempat dimana teman nya kini sedang dirawat akibat kecelakaan yang dialami nya. "huh,dimana tempat nya sih?aku lelah jika harus berjalan mengelilingi Rumah Sakit ini" namja itu menyeka keringat nya yang menetes nakal di dahi putih nya. Ia kembali melanjutkan perjalanannya sudah setengah jam dia mengelilingi rumah sakit untuk mencari ruangan dimana teman nya sedang dirawat padahal dia bisa saja bertanya pada suster dan perawat yang ada di sana hanya saja ia begitu malas untuk sekedar bertanya.

awww

hikss appo hikss awwh

Suara tangisan kesakitan itu menghentikan langkah namja tadi,ia mengerutkan kening takut salah mendengar.tapi suara itu lagi lagi terdengar entah dorongan apa sehingga membuatnya mengikuti suara tangisan itu.

dan disinilah dia sekarang

berdiri di depan ruangan yang pintunya bercat putih,ia sangat ingin melihat siapakah yang menangis pilu di dalam sana.Tapi ia masih sadar jika diri nya tidak berhak melihat orang itu dia bukan siapa siapa nya bukan?

.
.

"hei,sedang apa hm?" suara wanita menyadarkan lamunan nya,ia menoleh melihat seorang wanita cantik tersenyum kepadanya.Ia jadi salah tingkah sendiri,semoga saja wanita ini tidak mengira jika dia sedang mencuri

"ah,maaf nona aku hanya kebetulan lewat saja dan aku tidak sengaja mendengar suara orang menangis disini" dia tersenyum kikuk

"Ohh begitu ya haha,iya memang disana teman ku sedang kepayahan.Dia memang keras kepala padahal aku sudah menyuruh nya untuk menjaga kesehatan nya tapi dia tetap membandel huh" wanita itu mengerucutkan bibir nya sebal,kemudian tersenyum lebar "eoh aku malah curhat,perkenalkan nama ku Son Chaeyoung dan kau?"

"em,nama ku Jungkook,Ya..Jeon jungkook"

"oh,nama yang tampan sama seperti orang nya"wanita bernama chaeyoung itu mengedip jenaka pada jungkook yang hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal

"jadi jungkook-ssi,kau bisa ikut melihat keadaan teman ku jika kau mau.Dia orang yang cantik dan baik sejujurnya"

sedikit bimbang,ia bingung padahal ia harus menjenguk teman nya tapi disisi lain dia tak enak menolak ajakan dari chaeyoung,akhirnya ia mengangguk pasrah membiarkan tangan nya ditarik oleh chaeyoung ke dalam ruangan itu

cklekk

suara handle pintu yang terbuka mengawali indra pendengaran dari seorang perempuan yang terbaring lemah di atas ranjag rumah sakit sana.tubuh nya pucat dan mata nya tertutup seperti kelelahan,jungkook hanya menatap iba perempuan itu,ia jadi teringat kekasih nya ahh lebih tepatnya mantan kekasih nya yang pernah berada dalam kondisi seperti itu sebelum Tuhan mengambil nyawa nya.

"dia nampak nya kelelahan,mungkin tadi dia mengigau" Chaeyoung meracau membiarkan jungkook menatap teman nya itu dengan saksama

"bukan kah dia cantik jungkook-ssi?hanya saja nasib baik tak berpihak padanya.Dia juga orang yang sangat baik,dia tidak pantas untuk mendapatkan ini semua"pelan pelan air mata menetes dari pipi chubby nya ia terus melanjutkan perkataannya "namanya Taehyung,dia mengalami kanker otak.Hahah bahkan dia ingin mengakhiri hidup nya sendiri,padahal dia terlalu berharga untuk mati sia sia begini.Untunglah aku datang tepat waktu saat dia ingin memotong urat tangan nya sendiri,ya walaupun darah sudah menggenang di lantai" tawa hambar dan air mata menjadikan cerita chaeyoung terdengar nampak menyedihkan bagi siapapun yang mendengarnya tak terkecuali dengan jungkook

jujur iya teringat akan kekasih nya yang meninggal dan dulu pernah terbaring lemah di ranjang rumah sakit ini.Bahkan dia masih belum rela melepaskan kekasih nya itu,dia sangat mencintai nya,sangat

"kenapa ia berniat bunuh diri?"jungkook bertanya  matanya tak sedikitpun bergerak memandangi taehyung yang terbaring lemah disana,entahlah

"dia depresi,setelah  pacar nya meninggal,padahal dia dulu gadis yang periang.Entahlah dia berniat ingin menyusul kekasih nya,hahah dia bilang begitu.Bukankah cinta begitu menyakitkan jungkook-ssi?"

"ya..sangat menyakitkan"

setelah berbincang bincang,ah tepatnya chaeyoung yang banyak cerita sedangkan dirinya hanya tersenyum sesekali menanggapi celotehan perempuan manis itu.Dia pamit untuk kembali mencari ruangan tempat teman nya dirawat lagi

.

.

.



.

Tbc

Capek ngetik:v
Btw ini cerita bener bener pernah author alamin.Jangan ditanya author jadi siapa dalam cerita ini,yang jelas author nganggap cerita ini itu bener bener punya makna sendiri.Author jadi tau kalau cinta bisa bikin orang semenderita ini.Udah ya..author banyak bacot hehe.Jangan lupa voment biar author semangat:))

I can't make you love meStories to obsess over. Discover now