Satu

20 2 4
                                        

Jangan lupa meninggalkan jejak

Happy reading💕

***

"TASYA BANGUN" teriakan itu berhasil membuat gadis yang sedang bermanja di kasurnya bangun.

"Iya ma" balas gadis yang dipanggil Tasya.

Setelah membalas teriakan sang ibunda, Tasya duduk di pinggir kasurnya sambil mengucek matanya agar penglihatannya lebih jelas. Setelah penglihatannya sudah jelas, Tasya berjalan ke arah lemari lalu mengambil baju seragam sekolah, lalu ia berjalan ke kamar mandi yang ada di dalam kamar tidurnya.

30 menit berlalu, Tasya keluar dari kamar mandi dengan mengunakan baju seragam sekolahnya, lalu Tasya berdiri didepan cermin sambil menyisir rambutnya lalu ia mengikat rambutnya. Tasya mengambil sepatunya lalu ia memakainya, setelah merasa semuanya sudah siap Tasya mengambil tasnya lalu berjalan keluar kamar terus ia menuju ke arah ruang makan.

Di ruang makan sudah terlihat beberapa orang yang sudah menunggu Tasya dari tadi.

"Pagi MP3A" sapa Tasya yang berada di ujung tangga.

"Apaan tuh MP3A?" tanya Rino Alfarzig Abangnya Tasya yang ke-3.

"MP3A itu singkatan dari Mama, Papa, 3 Abang. Hehehe" jawab Tasya sambil tertawa kecil.

"Aneh aneh aja lu sya" ucap Rino sambil mengelengkan kepalanya karena ia tidak habis fikir kenapa ia mempunyai adek seaneh Tasya.

"Diakan adek lo makanya aneh" kata Reno Defazta abangnya Tasya yang ke-2.

"Dia adek lo juga tolol" balas Rino.

"Udah gak usah ngerebutin Tasya deh. Tasya tau kok kalo Tasya cantik, jadi bang Rino sama bang Reno gak usah ngerebutin Tasya" ucap Tasya lalu duduk di samping Hasto Afraski abangnya Tasya yang ke-1.

"Bawa pergi tuh adek lo" Ucap Rino sambil mendorong dorong Reno.

"Udah! Mending sekarang kalian sarapan terus setelah sarapan kalian berangkat sekolah, kan ini hari pertama kalian masuk sekolah baru" ucap Ana mamanya Tasya.

"Ma, Pa aku berangkat" ucap Hasto lalu Salim dengan mama dan papanya.

"Bang bareng, tungguin Tasya bentar" teriak Tasya di ruang makan.

Setelah nasi goreng Tasya habis, Tasya meminum air putih yang di sediakan di samping piring bekasnya makan.

"Ma, Pa Tasya berangkat" ucap Tasya lalu Salim dengan mama dan papanya.

***

Saat Tasya dan Hasto tiba di sekolah barunya, mereka langsung menjadi pusat perhatian.

Berbagai macam tatapan di berikan kepada Hasto dari siswi sekolah barunya dan begitupun dengan Tasya, mendapat berbagai macam tatapan dari siswa sekolah barunya.

"Ihhh ganteng banget sihhh"

"Gila, mimpi apa gue semalem sampe bisa ngeliat pangeran nyasar"

"Yaampun beruntung bat tuh cewe bisa jalan Ama calon imam gue"

"Genit banget si tuh cewe"

"Cakep banget cuy"

"Bidadari darimana njir"

"Masa depan gue nih"

"Senyumnya gila bikin hati Abang meleleh"

Ya, itulah beberapa kalimat yang dilontarkan murid SMA BAKTI untuk Tasya dan Hasto.

Tasya dan Hasto berjalan mencari ruang kepala sekolah, mereka jalan terus hingga bertemu pintu coklat yang bertuliskan 'Ruang Kepala Sekola'.

Tok... Tok... Tok...

"Masuk" perintah orang yang ada di dalam ruang kepala sekolah.

Setelah mendengar perintah itu Tasya dan Hasto masuk kedalam ruang kepala sekolah tersebut.

"Kalian anaknya Pak Deni ya?" Tanya Pak Agus kepala sekolah di SMA Bakti.

"Iya" jawab Hasto singkat.

"Kok kalian cuma berdua, dua orang lagi mana? Kata Pak Deni ke empat anaknya akan masuk kesekolah ini" tanya Pak Agus.

"Mereka telat" balas Hasto.

"Siapa nama kalian?" Tanya Pak Agus.

"Hasto Afraski dan Tasya Putri Meltyna"jawab Tasya.

"Owh, oke. Jadi Hasto akan masuk kelas XII IPA 2 kalau Tasya kamu masuk kelas X IPA 3, nanti setelah upacara selesai saya akan antar kalian kekelas kalian masing masing, sambil menunggu saudara kalian yang akan telat itu" jelas pak Agus.

Dilain tempat Rino dan Reno masih berada di jalan mereka berangkat agak siangan karane malas sekolah, dan mumpung mereka masih murid baru jadi ada alasan buat telat.

Setelah Rino dan Reno sampai di sekolah barunya, sekolah itu sudah melaksanakan upacara pengibaran bendera hari Senin. Dengan santainya Rino dan Reno berjalan sambil melihat semua siswa dan siswi kepanasa.

Mereka menemukan pintu yang sedari tadi mereka cari 'Ruang Kepala Sekolah'. Mereka langsung masuk tanpa mengetuk pintu, pertama kali yang mereka lihat saat membuka pintu ruangan itu adalah kedua saudaranya yang sedang bermain hp di sofa dan kakinya tasya di atas meja yang terletak di depan sofa.

"Buset!" Rino refleks mencupakan kata itu.

Tasya tersentak lalu menurunkan kakinya yang berada di atas meja tersebut, lalu ia melihat ke arah pintu dan menatap kedua makhluk kampret dengan tatapan kesal.

"Ngagetin aja Lo bang" kata Tasya kesal.

"Hehehe maap maap" ucap Rino sambil cengengesan.

Tringgggggg

Bel berbunyi pertanda upacara bendera hari Senin sudah selesai. Rino dan Reno duduk di samping Tasya lalu mereka menunggu Pak Agus kembali ke ruangannya.

Setelah beberapa menit menunggu, pintu ruangan itu terbuka dan munculah sosok yang di tunggu tunggu.

"Owh kalian sudah datang, Rino dan Reno kali satu kelas yaitu kelas XI IPA 4. Ayo saya antar kalian kekelas masing masing" ajak pak Agus.

***
Jadi guys ini tuh cerita pertama aku. Jadi maklumin aja lah kalau ada kesalahan kata, masih jadi pemula aku. Yaudah lah😅😅😅

TASYA✔️Stories to obsess over. Discover now