Arka Arusha. Dia itu mataharinya Reisya. Dan Reisya menyukai senyum sang matahari.
Kenapa? Karena Arka adalah pemilik senyum termanis di dunia. Sayang, pemilik senyum itu bukan hanya Reisya seorang, semua orang pun memonopolinya.
Mungkin Reisya memang menyukai sang matahari, tetapi hanya sebatas itu. Karena, menyukai bukan berarti mencintai. Lagipula Reisya sadar betul, dirinya tak pantas bersanding dengan matahari. Bukan tanpa sebab Reisya berkata begitu. Arka hanya terlalu bersinar, sampai-sampai mereka hidup di langit yang berbeda.
Reisya bagaikan bintang di langit malam, sedangkan Arka seperti matahari di pagi hari.
Bukankah itu cukup menjelaskan betapa berbedanya mereka?
Kisah ini bukan sesuatu yang spesial, hanya sebuah cerita tentang gadis lugu yang mengagumi matahari.
Gadis yang tidak pernah menjalin hubungan asmara sebelumnya.
Juga gadis yang sama, yang tidak bisa membedakan perasaan yang mulai tumbuh dalam hatinya.
.
.
Vote and Comment dulu ya🙏
Cerita ini cuma buat nyoba aja kok😂✌️
YOU ARE READING
Only Yours
Teen Fiction"Karena menyukai bukan berarti mencintai. Itu hanya obsesi." - Reisya.
