sapu tangan putih

1 0 0
                                        

Panas menyengat, mentari di pagi ini, tengah teramat bahagia, hingga awan dan angin tak berani menggangu kebahagiaannya, kakiku gemetar berdiri di tengah lapang dengan wajah menghdap tiang bendera di depan sana, ahhh... ini adalah hari pertamaku masuk SMA, yang harusnya, berisi kesenangan dan sedikit bumbu kebimbangan, karena bertemu teman baru. Namun alangkah sial, aku malah mendapat hukuman di tempat yang baru ini, seperti pepetah "dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung' dan karana mengabaikannya langit mun merundungku.

Semua ini karena kim-ung ia menjadi biang keladi atas hukuman ini, dan kini ia hanya meringis, giginya yang tonggos seakan berkilau, di sengat menyari, ok mari aku ceritakn kawan kenapa aku katakan ini semua karena nya.
Pagi itu aku aku bangun pagi langsung mandi, dan gosok gigi, seperti lagu yang biasa ku nyanyikan sewaktu kecil, sudah siap berangkat, tiba tiba kim-ung, mengajak aku ngopi dulu, di warkop ceu romlah janda kembang tahun 60-an yang sekarang telah kehilangan pesonanya di makan usia..
Awalnya aku menolak ajakan kim-ung namun dasar si kecil tonggos itu memiliki bakat, menjadi setan yang menggoda manusia, ada saja alasannya dalam mengajak seseorang berbuat sesuatu sesuai apa yang di inginkannya,  sebenarnya dia anak yang cerdas, ia dapat melihat sesuatu dengan sudut pandang berbeda dari orang lain, tapi sayang seribu sayang, kebanyakan sudut pandangnya melanggar budaya dan norma yang berlaku,
Sperti saat itu ia mengatakan bahwa, ia sedang tak enak badan dan harus segera disembuhkan dengan segelas kopi, dari pada ikut upacara dan pingsan saat upacara berlangsung, merepotkan orang, lebih baik ngopi jadi, gak ada yang dirugikan, lalu dia bilang Bung Karno pernah berkata;  'bangsa yang hebat, adalah bangsa yang mengenang perjuangan para pahlawan; dan itu hanya dapat kim-ung kerjakan saat sedang menekuni segelas kopi, inti dari upacara itu mengenang jasa pahlawan, jadi kalo bisa mengenang jasa pahlawan dengan cara yang lebih mudah untuk apa, ikut upacara, beuuuh itulah kim-ung, namun sial, warkop ceu Romlah adalah tempat favorit bagi mereka yang hendak bolos, dan itu sudah di ketahui oleh pak Jaelani guru olahraga yang gempal, maka setiap hari senin ia akan pergi mengintai kesana, namun sebagai murid baru apa yang kutau??
Saat matahari makin tak bisa diajak kompromi, peluh mengalir menuju pelupuk mata, perih, kuusap mataku, dan saat ku buka mata sudah ada seorag wanita tinggi semampai  dengan kulit sawo matang khas manusia yang hidup di daerah tropis, kacamata tebal dengan bingkai hijau melindungi matanyabyang sendu namun teduh..
Ia mengambil sesuatu dari dalam saku, aku penasaran apa sebenarnya yang ingin ia lakukan? Namun sayang pesonanya menghalangi lidah tuk berucap, ahh ternyata sebuah sapu tangan, belom habis rasa terkejutku, namun ia sudah meberikan kejutan baru, ia usapkan sapu tangan beraroma vanili itu ke wajahku yang tertegun, tiba- tiba teduh, iringan awan menghalangi cahaya mentari, seakan sang awan ingin ikut nimbrung melihat sosok keindahan, yang kini bertengger ke di depanku...
Aisssh sungguh sapu tangan itu, seolah black hole di galaksi bima sakti, menyerap kesadaranku kedalam sebuah lorong gelap penuh misteri...
Sesuai mengelap semua keringat yang melekat ia telah pergi meninggalķan aku yang masih terletap dalam mimpi!!

Reinkar dan nevertarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang