hari ini antara deg deg an, karena rasa gorogi dan takut karna bingung bagaimna tanggapan semuanya tentang ku nanti.
hari ini adalah hari pertama ku masuk ke SMP ini yaitu SMP MUHAMMADIYAH di subulussalam aceh tepatnya, sekarang aku duduk di kelas, awalnya aku sekolah di pesantren tapi sudah pindah karna faktor tertentu
***
oh iya karna sangking goroginya aku lupa kenalin nama ku
kenalin nama ku veve lengkapnya veve febrian, aku mempunyai kulit badan yang tak terlalu hitam dan tak pula terlalu putih, suku aku aceh, aku anak ke 6 dari8 bersaudara ramai kan,
***
"vee kamu pergi sendiri aja ya ke sekolahnya" mendengarkan ucapan yang di lontarkan kaka ku itu sembuatkan semakin tak berani untuk pergi ke sekolah baru itu
"yah jangan lah gitu kak, mana lah aku berani itu kaka ini pun da".. balas ku dengan muka lesu
"ya udah iya iya kakak antarnya ah" akhirnya aku pun tersenyum dan dengan segera memakai tas ransel ku yang berwarna biru
***
sesampainya di sekolah itu aku dan kakak ku pergi ke ru8ang guru BK untuk bertemu dengan pak mukhlis yaitu guru yg menerima ku waktu itu untuk masuk ke SMP ini. kemuadian pak mukhlis mengantar ku ke kelas delapan lebih tepatnya kelas delapan dua, di sini lah kelas baru ku, aku melihat muka murid lain sudah membuat ku takut abisnya muka mereka ketus semuanya.
"vee duduk di situ ya di samping rini" usul pak mukhlis pada ku, tapi aku tak mendapatkan hal yang baik malah dia menolak ku dan tak mau duduk dengan ku, tapi salma datang dan berkata
"udah lah rin biar ajalah dia duduk di situ" berkat bantuan salma ahirnya rini mau menerima ku duduk di sampingnya.
"Rini cakapi lah dia, Rini suruh dia buka gelangnya nanti di tangkap" mulit para murid yang banyak berkata pada rini membuat rini kesel dan rini pun tak menanggapi apa yang di kata kan kawannya pada dirinya. kemudian ibuk guru yang masuk pun menyuruh diam karna suasana sudah mulai ribut, semua murid pun terdiam
"siapa yang bisa menyeslesaikan soal ini ibuk kasih langsung nilai seratus" ucapan seorang guru mati matika,
"saya buk", ya itu aku soal MTK ini sudah ku pelajari di sekolah ku dulu
"ya udah ve silahkan selesai kan ya"
aku pun maju dan mengambil spidol semua mata tertuju pada ku tapi aku tak memerhatikan mereka karna fokus pada soal yang aku kerjakan, akhirnya tak silang waktu beberapa lama aku selesai mengerjakan tugas nya. di situlah akhirnya mulai banyak yang mengagumi ku dan akhirnya mereka mulai akrab dengan ku
***
tak terasa ternyata sudah tiga minggu aku sekolah di sini dan aku pun mulai akrab ke semua teman sekelas ku, membuat ku betah sekolah di sini dan seminggu lagi ujian sekolah sudah di laksana kan ya aku memang tanggung masuk ke sekolah ini ketika sebulan lagi akan di laksankan ujian semester ganjil
***
pagi ini belum banyak orng yang datang, apa aku yang terlalu cepat datang atau karna cuaca yang sedang hujan ya, ah iya tidak salah sekarang kan hujan mungkin murid lain menunggu cuaca reda sedikit. ketika aku duduk di teras kelas ku ada seorang pria yang memakai jaket berwarna hitam, berjalan di hadapan ku dia berkulit putih, ketika itu aku memandangnya tanpa tau namnya siapa, pandangan ku hanya fokus padanya, tiba tiba
"wooyy merhatiin siapa sih" teriak salma di telinga ku membuat ku terkejut.
"ah kau ini maa, ngga nya ada aku liat siapa siapa da" bentah ku karna aku tidak mau kepergok sedang memarhatikan laki laki itu
"yang bener ni" tanya salma kembali sambari memasang raut wajah yang seakan merisak ku.
"ya iya lah salma, ya udah kelas yok" uapa ku untuk mengalih kan salma hehe...
YOU ARE READING
semuanya sudah takdir yang menentukan
Actionaku hanya bisa berjalan dan menantikan takdir apa yang akan aku alami
