Hello say. Selamat datang di cerita ku selamat membaca.. kikikiks..
Sebenrny ni gue nulis udh lama. Ini cerita gue yg ke tiga looo.. tp gue hapus semua. Karna gajelas. Semoga ini jelass deh..
_____________
Entah harus senang atau sedih terjebak dalam situasi seperti ini.
Bahkan usiaku hanya 19 tahun. Tapi aku telah menyandang status istri yang sah dimata agama dan hukum.
Ketika teman teman sekolahku ku mencari jurusan fakultas kuliah. Dengan santainya aku, malas mencari fakultas dan universitas.
Dengan alasan aku tak ingin kuliah. Bukan, bukan karena biaya atau karena kepintaranku. Bahkan orang tuaku masih sanggup membiayaiku, terlebih aku sering mendapatkan juara umum di sekolah.
Aku hanya berpikiran ingin bekerja, lalu menikah dan membangun keluarga kecil bahagia, yang saling mencintai dan melengkapi. Dan mengurus suami dan anak anakku kelak dengan sepenuh hati tanpa harus menjadi wanita karir.
Ya, wanita karir, mungkin diluaran sana banyak orang yang ingin sekali menjadi wanita karir sambil menikah. Tapi tidak denganku.
Mereka sukses dalam karir mereka.
Tapi apa pernah mereka berfikir, bagaimana rasanya memiliki anak, tapi tidak bisa melihat tumbuh kembang anak hari demi hari. Tidak bisa memperhatikan pergaulan anaknya.
Kecuali, wanita tersebut membantu keuangan suami atau ekonomi yang memaksakan meninggalkan anak untuk bekerja. Beda lagi ceritanya.
Ngomong ngomong kenapa aku bisa berada disini. Karena aku meminta kepada ayahku untuk bekerja selama satu tahun setelah lulus SMK. Dan setelahnya aku disuruh ayahku kuliah.
Allah mengabulkan doa ku, ditengah jalan ini, aku dihadapkan suatu takdir dengan menjadi istri. Entah aku harus bahagia atau menyesali keinginanku dulu.
Aku dinikahkan dengan seorang duda yang mempunyai anak. Jika duda tersebut dirtinggal wafat istrinya tak masalah bagiku. Masalahnya, ia di khianati mantan istrinya yang pergi meninggalkannya begitu saja.
Dan kalian mau tahu? Alasan mantan istri suamiku meninggalkannya karena apa?
Karena karir , ia rela tinggalkan anak dan suaminya karena karirnya sebagai arsitek dan berselingkuh dengan salah satu pemilik gedung yang ia rancang.
Ceklek.
Suara pintu terbuka, dan menampilkan seorang wanita yang telah melahirkanku dan mengurusku. Meskipun sering dibuat sakit hati.
"Mamah" ucapku.
"Maafin Nabilla, selama ini Nabilla suka buat mamah repot dan susah" ucapku disela tangis, ini hari dimana
"Iya, kamu itu ngerepotin dari lahir, saya bersyukur sekarang bisa melepas tanggung jawab kamu" ujarnya dengan nada sinis.
"Maaf" ucapku lirih..
"Cepat, gak usah banyak drama. Turun ke bawah temuin suami kamu. Satu lagi, gak usah pasang muka nangis gitu. Kamu mau malu maluin saya ?". Ujarnya sambil meninggalkanku yang terisak pilu.
Brakk
Bunyi denting pintu yang ia banting.
Lengkap sudah kesedihanku. Dibenci ibu dan adik. Sedangkan ayahku hanya bersikap cuek. Seolah aku bukan anaknya. Dan sekarang? Aku yakin sekali bahwa suamiku tidak mudah menerimaku begitu saja.
Entahlah aku hanya bisa pasrah, dan berdoa kepada Allah. Semoga pernikahan ini berakhir bahagia, meski aku yakin sakit dan pedih akan hadir di awal.
STAI LEGGENDO
Kata Hati
Storie d'amore"Ibu, nggak gantiin posisi bundamu, sayang. Ibu dateng kesini karena ayah butuh seseorang yang bisa menjaga kaka dan adek. Dan ayah percaya itu Ibu, nak." Ucap perempuan bernama Nabila. Dan hanya di diamkan oleh anak sambungnya. "Yauda, ibu ke kam...
