Bab 01 • The First Sight

1.5K 181 23
                                        

  'BLAMMM!!'

  Suara hentakan dan benturan begitu keras terdengar. Belum lagi ditambah dengan tanah yang bergetar, seolah ada sebuah truk kontainer yang baru saja dilemparkan.

  Carissa mengerang. Sekujur tubuhnya terasa kaku dan juga pegal. Rasanya sangat tidak nyaman.

  Kenapa dia seperti sedang tidur di atas sesuatu yang keras, juga dingin?

    'BLAMMM!!'

  Lagi-lagi terdengar suara yang memekakkan telinga. Membuat Carissa langsung membuka mata dengan jantung berdebar cepat.

  A...pa itu?

  Apa ada bom yang dijatuhkan? Atau ada kerusuhan atau demo?

  Dengan kaku Carissa bergerak, berusaha bangun, dan langsung saja menyadari bahwa dia tidak bisa leluasa bergerak.

  Semak-semak? Kenapa dia bisa berbaring di antara semak-semak?

  Saat yang sama, Carissa juga merasakan tanah keras tempatnya berbaring sedari tadi.

  Kenapa dia bisa tidur di atas tanah?

  Lagipula, ini di mana? Kenapa begitu gelap? Seolah tidak ada satupun lampu yang menyala. Apa sedang ada pemadaman listrik ya?

  Hidung Carissa juga mengendus wangi yang menyengat, yang segera saja membuat kepalanya sedikit pening.

  Apa ini wangi semak-semak ini? Karena samar Carissa melihat adanya bunga mungil di sela dedaunan rimbunnya.

  Baru saja Carissa berniat berguling keluar dari semak yang seolah membuntalnya ini sewaktu terdengar suara mengendus-endus. Juga jelas didengarnya suara kaki bercakar yang berjalan mendekat ke arahnya.

  Anjing? Apa itu anjing?

  Detik berikutnya Carissa bergidik. Instingnya memerintahkan agar dia diam tanpa suara. Bahkan rasanya Carissa tidak berani bernafas terlalu keras karena saat itu juga, dedaunan semak di dekatnya sedikit bergetar seolah diendus kuat. Dan Carissa, yakin bahwa apapun itu ukurannya pasti sangatlah besar. Karena bisa dirasakannya betapa tanah bergetar di tiap langkah kaki mahkluk yang entah apa itu.

  Ini mengerikan sekali.

  Terdengar suara geraman yang berjarak tidak terlalu jauh dari tempat Carissa berbaring di dalam semak. Debaran jantung Carissa semakin meningkat di tiap langkah mahkluk itu yang semakin mendekat ke arahnya. Carissa bahkan menahan nafas sewaktu dirasanya mahkluk itu berhenti, terpisah hanya sekitar sepuluh langkah darinya, membuatnya dapat mencium bau memuakkan yang mungkin tetesan air liurnya.

  Apa yang harus dia lakukan sekarang?

  Carissa hanya sanggup memejamkan kuat kedua matanya, sedang kedua tangannya terkepal demi menahan gemetar tubuhnya.

  "Ada apa, Finch?"

  Terdengar suara seorang pria yang disahuti geraman, membuat Carissa membuka kembali kedua matanya dengan dahi berkerut.

  Apa pria itu sedang berbicara dengan mahkluk itu?

  "Hentikan sampai di situ. Kau tahu kan kalau ada bunga itu di sana?" ujarnya lagi, membuat Carissa teringat pada bunga-bunga kecil yang memang tersebar di semak-semak tempat Carissa bersembunyi.

  Apa mahkluk itu urung mendekat karena adanya bunga ini?

  "Apa?" suara pria itu kembali terdengar. "Kau merasakan sesuatu di dalam sana?"

  Deg!

  Carissa otomatis menahan nafas. Mungkinkah dia yang mereka bicarakan?

  Tubuh Carissa kaku.

When The Night Falls • [ On Hold ]Stories to obsess over. Discover now