Chapter 1
"Gelap sampai aku tak bisa melihat apapun, hanya terdengar suara tak jelas dan suara roda berjalan, bau oksigen yang begitu kuat dan rasa hangat ada dalam genggaman tanganku "
Kemudian mata Rio terbuka dari tak sadarkan diri.
"Dimana aku"
Kata Rio
Dengan mata yang masih melihat dengan samar, Ia melihat secara perlahan. Rio melihat warna biru muda , merah, putih, dan kuning kemudian dengan perlahan terlihat tiga orang yaitu Kevin, Yuki dan bagas. Lalu Rio melihat tangannya yang terasa hangat ternyata mereka bertiga yang menggengamnya. Rio berada di rumah sakit dengan kepala diperban, infus, dan peralatan medis lainnya.
"Hey boy, Lu tidur lama amat"
kata Kevin dengan wajah senang
"Habis keluar dari rumah sakit, kita langsung keluar berlima seperti yang kita rencanakan 1 bulan lalu, eh berempat maaf ... Heheee"
Kata Bagas dengan antusias
Rio hanya melihat mereka dengan wajah bingung kemudian kepala sebelah kiri Rio merasa sakit. Yuki memarahi mereka seperti ibu memarahi anak-anaknya karena terlalu berisik dan seperti anak kecil.
"Kalian berdua bisa diam , Rio belum sembuh total malah di ajakin main. Kalian berdua tetep saja gak tau umur, umur sudah 28 pikirannya main mulu ! "
kata Yuki Dengan ketus
Sambil menahan rasa sakit di kepalanya. Bagas dan Kevin yang membicarakan rencana pergi ke pantai bersama dan Yuki yang sedang memarahi mereka seperti suara motor drag ditelinga Rio dan malah membuat kepala Rio bertambah sakit.
kemudian Rio mencoba memotong pembicaraan mereka kemudian bertanya dengan wajah menahan sakit.
"Hey"
Kata Rio sambil memegang kepalanya yang bertambah sakit.
karena Kevin dan Bagas masih tetap berisik membicarakan rencana pergi bersama dan pertanyaan Rio selanjutnya membuat mereka berhenti berisik seketika seperti rem super cakram.
"Kalian siapa ? "
Kata Rio sambil menoleh ke arah mereka
Mereka bertiga memandang Rio dengan wajah Rio kebingungan dan menoleh satu sama lain.
Di ruang dokter
Satu jam berselang mereka berbincang dengan dokter yang baru saja memeriksa keadaan Rio dengan membawa dokumen hasil pemeriksaan dan wajah mereka bertiga tegang seperti menunggu keputusan hakim. Diantara mereka hanya Yuki yang diam dengan keringat yang ada membasahi wajahnya meskipun di ruangan ber-AC seperti sudah tau apa yang akan terjadi dan terlihat pasrah.
"Setelah diperiksa ternyata saudara Rio mengalami amnesia atau bisa di sebut hilang ingatan, saya rasa akibat membentur tiang lalu lintas saat kecelakaan, karena tengkorak bagian kiri juga mengalami kerusakan parah"
Ujar Dokter sambil menyerahkan hasil pemeriksaan lalu telapak tangan yang bertemu seolah seperti rasa simpati dari kenyataan yang harus diterima.
Mereka bertiga hanya diam dan memasang wajah kecewa sambil membuka hasil pemeriksaan dokter satu jam lalu.
Bagas dan Kevin melihat ke arah Yuki sambil memegang pundak Yuki mencoba untuk menenangkan Yuki.
Ekspresi Yuki matanya berkaca- kaca dengan keringat yang membasahi wajahnya dan tangan yang mengepal seolah belum siap menerima hal ini.
Di saat yang bersamaan dokter menyampaikan pesan yang mungkin dapat mengembalikan raut wajah mereka bertiga.
"Tapi jangan khawatir ada cara yang dapat membuat ingatannya pulih meski kemungkinannya sangat minim yaitu therapy ,melakukan sesuatu yang paling sering dilakukan dengan orang yang paling dekat, tapi bisa di coba dan kita juga masih belum tahu ini hilang ingatan jangka pendek ataupun panjang mungkin beberapa hari akan kami periksa kembali saudara Rio, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu" kata dokter dengan nada yang seakan dapat memberikan semangat mereka bertiga
"Terima kasih dok "
kata Yuki sambil membawa hasil pemeriksaan dan melihat melihat beberapa sertifikat yang tergantung didinding ruangan dokter menguatkan bahwa hasilnya benar adanya.
Kemudian mereka berdiri dan Yuki menggenggamnya dengan erat seakan tak dapat menerima hasil pemeriksaan.
Mereka bertiga meninggalkan ruangan Dokter. Bagas dan Kevin masih memegang pundak Yuki sambil berjalan menuju ruangan Rio di rawat.
- Hari berikutnya -
Di dalam kamar Rio sudah ada Bagas dan Kevin .
"Bagaimana sudah agak enakan, boy ?
Kata bagas
"Lumayan, tapi aku belum bisa mengingat kalian, maaf tapi dari perlakuan kalian mungkin kalian sahabatku"
saut Rio dengan wajah sedih
Bagas dan Kevin saling menatap dan menghela nafas.
"Tidak apa apa, yang penting lu sehat"
Kata Bagas
Disaat yang bersamaan ada yang mengetuk pintu Kevin dan Bagas mengira itu Yuki ternyata yang datang adalah Grace.
Kevin membuka pintu
"Oh Grace gua kira Yuki"
Kata Kevin dengan raut wajah datar seakan memendam sesuatu
Tak disangka ketika Kevin berkata Grace, Rio juga mengulang nama Grace.
"Grace"
Kata Rio sambil tersenyum kecil
Kevin dan Bagas hanya terdiam menoleh ke arah Rio kemudian Bagas dan Kevin menoleh ke arah Grace dengan wajah terheran heran.
Grace yang tak mengetahui apa apa sontak bingung dengan ekspresi Bagas dan Kevin.
Untuk pembaca terima kasih sudah mampir jika ada kesalahan mohon di maafkan karena sedang belajar saya sangat menerima kritik dan saran 💕😊
YOU ARE READING
Remember Me
RomanceMati Sebenarnya adalah di lupakan meski mengingatmu begitu menyiksa
