Maru,itu namaku. Aku tinggal sendirian di sebuah rumah yang tidak besar dan tidak terlalu kecil. Orang tua ku bekerja di luar kota yang hanya akan pulang sebulan sekali dan aku adalah anak semata wayang. Hidupku benar - Benar kesepian sekali.
Aku tidak tahu sampai kapan hal ini berlangsung, aku tidak sekolah,tidak punya teman di dunia nyata dan hanya mengurung diri sendiri di kamar yang sangat nyaman bagiku ini.
Tetapi pada suatu hari ketika aku hendak bersih - bersih kamar yang sangat berantakan ini gara - gara banyak novel dan komik berserakan di lantai. Sungguh merepotkan bagiku untuk menggerakan badan yang sehari harinya hanya bermalas malasan di atas kasur yang empuk beralaskan selimut tebal.
Akupun memulai dengan membuka tirai berwarna merah "Silau sekali " ucapku sambil menutupi mataku dengan tangan kananku dan ketika aku membuka jendela yang penuh debu itu aku melihat seorang perempuan cantik menggunakan jaket Biru dan rok pendek melihatku dengan wajah yang seakan akan berkata " Akhirnya kau muncul juga" Rambut Hitamnya terkena sinar Matahari sehingga nampak siluet putih di kepalanya "Hai!, Namaku Kirana, maukah kau menjadi pacarku?!"
Aku berpikir sejenak, pacar ?,sepasang kekasih yang kerjaannya bermesraan dimanapun kapanpun. dia ingin berpacaran denganku?.
"HEEEEEEEE!!!!" spontan aku langsung berteriak tidak percaya apa yang terjadi di hidupku ini.
YOU ARE READING
Dibalik Jendela
Short StoryPacaran hanya status! tujuan kita berpacaran sebenarnya hanya untuk mengatasi siswa satu kelas yang bermasalah.
