Prolog

48 11 0
                                        

"YA! KIM JUNKYU!!!" teriakku menatap tajam sosok yang ada di depan mataku.

Sosok itu menoleh, terkejut. Menatapku dengan sorot mata tak percaya. Dari matanya aku pun tau apa yang sedang di pikirkannya "Kok bisa dia nemuin gue disini" itu pasti yang sedang ada di dalam pikiran bocah itu.

Tanpa babibu lagi, gua segera menghampirinya yang sedang duduk di bangku taman di sekitar kompleks. Ntah apa yang di lakukannya di sana aku tak peduli. Gara-gara bocah itu kehidupan sekolahku berubah drastis. Bukannya hanya itu, masalah percintaanku pun dia ikut campur. Aku tak tahu apa yang sedang bocah itu rencanakan, yang jelas aku sudah tak tahan lagi dengan kelakuannya yang abstrak itu.

"Lo ngomong apa tadi sama liam?" tanyaku setelah berada dihadapannya
"Gak ngomong apa-apa" jawabnya tanpa menatapku
"Gak usah bohong deh lo, gue udah tau semuanya"
"Dia ngadu ke lo? Cih gak gantel banget" cibirnya

"Dia gak ngadu, malah gue yang nanya!" bentakku
"Lah lo kenapa jadi ngebentak gue?" tanyanya tak terima
"Karna gue kesel sama lo!"
"Cuman karna si william itu lo jadi kesel dan ngebentak gue?!" Junkyu balik membentakku. Aku terdiam.

Junkyu berdiri, menempelkan kedua tangannya dibahuku, lalu dia menatap manik mataku "Gue mau lo jauhin william!"
Saat itu jugak aku menepis tangannya yang ada di bahuku. Menatapnya dengan sorot mata yang tak terbaca.

Aku benar-benar kecewa dengan orang yang ada di hadapanku ini. Orang yang sangat berharga untukku, orang yang paling ku sayang diantara saudara-saudaraku, orang yang paling ku percaya diantara semua keluargaku malah menentang hubungan percintaanku. Bahkan Mama, Papa, Bang Fero, dan Reno tak pernah sekalipun menyuruhku menjahui Liam. Tapi Junkyu? Astaga, aku benar-benar tak percaya!

Saat itu, untuk pertama kalinya, aku benar-benar kecewa dan marah dengannya. Emosiku pun tak terkendali lagi sampai-sampai aku melontarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatinya. Yah mungkin itu menyakiti hatinya. Karna setelah itu, ia terdiam sejenak dan menatap ku dengan tatapan kecewa kemudian ia berjalan menjauhiku tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

My Annoying Cousin [Kim Junkyu]Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora