PUPUS
Cinta itu sebuah kebohongan.
Tetapi, Cinta itu membutakan.
Dan mencintaimu, penuh dengan ketidakpastian.
Jika ruangan memiliki kesadaran.
Maka, kamarku adalah saksi atas nama selalu yang kutangisi.
Dengan menyatakannya aku justru mempersulit keadaan.
Mencoba menutup mulut.
Tetapi, semua pikiran yang kusembunyikan menggali jalan keluarnya.
Mungkin aku saja yang tak dapat membaca tanda titik yang kau berikan pada kisha kita.
Aku yang masih mengejarmu,
Walau sudah waktunya untuk berhenti.
YOU ARE READING
My Thought
PoetryHanya sebuah kumpulan kata-kata yang berkecamuk didalam pikiran yang memaksa untuk dituangkan dan diberitahukan kepada seluruh penghuni bumi.
