Part 5

1.1K 180 23

Suara TV yang masih menyala tidak mengganggu kegiatan yang sedang mereka lakukan. Lucas terus saja mencumbu Angelica. Ia melepaskan t-shirt milik wanita itu dengan mudahnya. Rambut Angelica masih basah dan itu terlihat sexy di mata Lucas. Tangan Angelica meraih wajahnya. Dari dekat seperti ini, ia bisa menelusuri garis wajah pria itu. Dirabanya rahang yang kasar karena ditumbuhi bulu. Bibirnya mencari bibir Lucas, memagutnya dengan penuh gairah.

Angelica ketika sedang mabuk menjadi liar. Lucas menyukainya. Wanita itu mencoba melepaskan kancing kemeja Lucas satu demi satu dengan tidak sabaran. Melebarkannya agar Lucas mudah melepaskan. Kepala Angelica menunduk mengecup dadanya. Pria itu mendesah saat bibir wanita itu menempel dikulitnya. Tubuhnya terasa terbakar. Seluruh aliran darahnya mengalir deras. Napasnya tersengal-sengal. Baru kali ini ada wanita yang membuatnya seperti itu. Biasanya Lucas yang membuat gila para wanita dengan sentuhannya.

"Kau menikmatinya?" tanya Angelica dengan polosnya. Ia menatap mata hitam pekat yang berkabut gairah.

"Ya, Angel, sayang.." sahut Lucas serak. "Aku menyukainya."

"Aku senang mendengarnya," telunjuknya bermain-main di atas dada Lucas. "Belum pernah ada yang bilang kalau apa yang aku lakukan itu berguna," ucapnya sendu.

"Siapa? James?"

"Bukan, bukan dia." Telunjuknya menempel dibibir Lucas. "Aku tidak pernah berhubungan dengannya. Tidak akan pernah," lanjutnya. Angelica tertawa sendiri.  "Aku pernah berhubungan dengan dua pria," bisiknya. "Mereka bilang aku payah dalam bercinta. Apa kau bersependapat dengan mereka?" tanya Angelica dengan wajah berubah cemberut.

Ia mengangkat Angelica lalu duduk di sofa. Dan membiarkan wanita itu duduk diperutnya. "Tidak, sayang. Kau luar biasa. Hanya menciummu saja sudah membuatku terbakar."

Angelica terkikik mendengarnya. "Kau gombal," menepuk dada Lucas yang keras. Ia menarik napas dalam-dalam. "Apa yang kau sukai dariku?"

"Semuanya, bibirmu dan tubuhmu."

"Hati, apa hatiku tidak?" Angelica mulai bicara ngelantur. Lucas tertegun. "Semua pria memang seperti itu. Hanya menginginkan tubuh wanita. Mencumbu sesukanya tanpa memikirkan hatinya. Lalu dia pergi begitu saja."

"Kau mulai terlalu banyak bicara, Angel."

Angelica memeluk lehernya. Kulit tubuh mereka bersentuhan saling merasakan kehangatan dari keduanya. "Aku hanya ingin dicintai.." desahnya. Tiba-tiba wanita itu menangis tersedu-sedu. "James tidak menyukaiku."

Lucas tidak bisa bicara lagi jika wanita sudah menangis. Apalagi membicarakan pria lain saat bersamanya. Ia membencinya. Jadi benar jika Angelica menyukai James. Sebenarnya Angelica itu mudah di tebak. Tapi betapa bodohnya James tidak menyadari perasaan Angelica padanya. Tangannya mengusap punggung telanjang Angelica.

"Kau mau bercinta denganku?" bisik Angelica di telinganya. Ia sudah menghentikan tangisan bodohnya lalu menatap Lucas. Hidungnya memerah dan matanya sembab. "Kau tampan," tangannya membelai pipi Lucas sampai ke bibirnya. Mulut pria itu terbuka dikulumnya jemari Angelica. Sontak tubuh wanita itu meremang dan menggeleyar. Lucas menurunkan bokong Angelica agar bisa merasakan bagian dari tubuhnya yang menegang. Bukti jika ia menginginkan Angelica. Mulut wanita itu mengangga lebar saat merasakannya.

"Tentu," Lucas menyambar bibirnya. Keduanya berciuman kembali. Merubah posisi kini Angelica ada dalam kuasanya. Lucas tersenyum miring saat wanita itu pasrah dibawahnya.

Sampai ponselnya lagi-lagi menganggu keintiman mereka. Pria itu menggeram marah. Awalnya tidak memperdulikan sampai ketukan pintu apartemen Angelica, benar-benar membuatnya berhenti. Lucas beranjak dari atas sofa. Angelica menatapnya sayu. T-shirtnya entah dilempar kemana begitupun Lucas bertelanjang dada. Dengan kesal memakai kemejanya kembali. Pria itu belum bertindak lebih jauh pada Amgelica. Mungkin jika tidak ada peganggu mereka telah berakhir di ranjang.

Love Me (In Google Play Book)Baca cerita ini secara GRATIS!