PROLOG

27 5 1
                                        

Malam ini udara cukup dingin, sepertinya cuaca memang tidak membiarkan orang yang taken atau sedang menjalin hubungan itu untuk sekedar bertemu dan saling menyapa.

Disini lah seorang cewek berada. Di atas balkon kamarnya, berdiri sambil memegangi pagar sambil mendengarkan alunan musik yang mengalun di ponselnya.

Sesekali pula dia menyanyi dengan pelan mengikuti alunan suara penyanyi yang lembut. Memejamkan mata dan menghirup napas sebentar, cewek itu kembali fokus melihat indahnya Jakarta pada malam hari.

Sampai akhirnya fokus terpecah, ketika melihat nama yang menelponnya. Dengan cepat cewek itu mengangkat teleponnya dan menempelkkan nya ke telinga.

"Halo" sapanya.

"Kamu dirumah ?" tanya seorang cowok disebrang sana. 

"Hmm, kenapa ?" tanya cewek itu balik.

"Aku didepan nih, dari tadi bunyiin bel. Nggak ada yang bukain pintu, aku tau kamu diatas" ucapnya sambil memandang ke atas.

"Iya, aku turun. Tunggu ya" jawab cewek itu sambil senyum sumringah.

Senja menuruni anak tangga dengan cepat, rumahnya kosong, hanya ada bibi dan dirinya. Kedua orang tuanya sedang pergi ke rumah saudaranya untuk menghadiri acara pernikahan disana.

"Kamu kenapa gak nelpon?" kata Senja saat melihat cowok itu sudah berada didepan rumahnya.

"Biar surprise" katanya jayus.

Senja menahan tawa. "Ihhh, sok romantis banget"

Cowok itu mengernyit. "Kan emang romantis"

"Tapi aku juga suka kamu yang dingin dingin, sok cool itu" cibir Senja sambil tertawa.

"Mulai deh, aku gelitikin nih" ucapnya sambil menggelitiki Senja.

Senja tertawa terbahak dan memegangi tangan Langit agar berhenti dan tidak menggelitikinya lagi. "A-ampun, i-ya, udah udah" katanya terbata bata.

Langit tersenyum puas melihat Senja dengan napas tidak teratur seperti orang habis marathon. "Kamu kebiasaan ya" ucapnya cemberut sambil menabok dada Langit.

JANGAN LUPA VOTMENT YA.
MAKASIH UDAH MAU BACA.
.
.
.
.
#LANGIT&SENJA

Langit & SenjaStories to obsess over. Discover now