"Jika kamu ingin diperlakukan dengan baik, maka berlaku baiklah kepada orang lain."
Barangkali pernah ya kita dengar ataupun baca di beranda medsos nasihat macam yang di atas itu.
Sebenarnya berbuat baik itu mestinya bukan sebab kitapun ingin diperlakukan demikian. Tapi berbuat baiklah tersebab Allah yang Maha Pengasih menyukai kamu berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan.
Orang lain mungkin bisa saja kurang ngeh dengan kebaikan yang kita curahkan. Pun ia belum tentu seloyal kita.
Dan jika tujuannya kita memang adalah mendapatkan feedback dari mereka semata, maka kita akan menemui kecewa. Iya, soalnya menaruh harap pada manusia memang gitu kok.
Bahkan sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu pernah menuturkan; "Aku sudah pernah merasakan kepahitan dalam kehidupan, dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia."
Tuh kan.
Atau nantinya akan terbersit di benak sekadar gerutuan; "Hih ditolongin malah boro-boro bilang makasih," atau, "Dulu pas susah gue tolong. Tapi pas gue yang susah nggak nongol sama sekali," dan sebagainya yang malah mengotori hati. Dohh.
Pun, sebenarnya kita ada di dunia ini bukan untuk mengharap balasan dari manusia. Kita diciptakan untuk mengharap balasan dariNya berupa surga, mengharap wajahNya kelak.
"Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap." (Q.S Al-insyirah:8)
Jadi, intinya benahi lagi niat kita ketika berbuat baik. Bukan berorientasi buat mengharap kebaikan dari orang lain juga.
Meski nggak dipungkiri pasti banyak juga orang yang tahu balas budi sih. Nah kalau begini, anggap aja sebagai bonus sebab kita sudah melakukan hal yang Allah suka.
----
Cibenon, 8 Januari 2019.
YOU ARE READING
Notes
RandomKita mungkin memang nggak sempurna, dan nggak akan pernah sempurna. Tapi kita selalu punya kesempatan untuk menuju ke arah sana. Yoi.
