Satu

4K 192 12
                                        

"Engghhh...Stop it..." Desahan Krist memenuhi kamar berukuran 3x4 itu.
Diatasnya terlihat seorang pria sedang mencumbui lehernya secara kasar.

"Arghh.." bukannya berhenti, pria itu justru bertindak semakin jauh. Bibirnya justru berpindah kesalah satu bulatan merah muda yang ada di dada Krist.

Kecupan, jilatan, dan kuluman yang dilakukan pria itu membuat badannya bergerak tak nyaman.

Stopp... Enghh.. Stop.." teriakan yang dikeluarkan bibirnya berbeda dengan bahasa tubuhnya yang justru mendorong kepala pria itu untuk semakin mengecupi dadanya.

"Kau sangat lucu Krist. Bibirmu meneriakkan ku berhenti tapi tubuhmu seolah meminta lebih." dia berkata sambil mengelus lembut bagian bawah tubuh Krist yang mulai menegang.

"Jadi apa kau ingin berhenti?" kali ini tangan pria itu telah masuk kedalam celana Krist. Menyentuh bagian privasi dari tubuh Krist secara langsung.

"Ehmmm.Ahh..Ahhh" Krist semakin mendesah. Dia bisa merasakan bagaimana tangan si pria naik turun untuk memanjakannya.

"Jawab aku Krist" kocokan itu semakin kuat dengan kecepatannya yang meningkat. Krist tidak tahan lagi, terlebih lidah orang itu telah beralih ke nipple kirinya yang sedari tadi belum dimanjakan.

"ARGHHHH" Nafas Krist terengah. Dia orgasme. Dan faktanya itu merupakan orgasmenya yang paling dahsyat yang pernah dia rasakan.

" Sial, jika seperti ini aku tidak akan cukup puas dengan tanganku sendiri lagi " batinnya memaki.

"Kau bisa dapat yang lebih dari ini" suara itu menggodanya, mendorong hasrat Krist untuk mendapatkan yang lebih lagi.

"Lanjutkan..."

" Kau mengatakan sesuatu? " pria itu mengeluarkan smirknya. Sialan! pria itu menggodanya.

Kristt menatap pria yang sedang berada diatasnya.

"Aku ingin kau melanjutkannya." Masa bodoh dengan harga dirinya, dia tak peduli. Dia butuh kenikmatan yang menjanjikan.

Krist kalah dengan nafsunya.

Mata si pria menggelap. Menatap nyalang bagaimana tubuh putih mulus Krist terbaring pasrah dibawahnya dengan kedua nipple yang kemerahan dan sperma yang berserakan di perutnya.

"Kau begitu menggoda sayang and I'm gonna fuck you so hard." bisiknya ditelinga Krist, membuat bulu-bulu halus yang ada ditubuh Krist meremang.

Krist memandang bagaimana cara si pria melepaskan bajunya. Wajahnya bersemu merah begitu melihat tubuh tan itu. Tegap berotot, dilengkapi dengan beberapa packs di perutnya. Sangat menggoda.

"Suka dengan apa yang kau lihat?" si pria bertanya, lagi-lagi dia menggoda Kristt.

Krist tidak menjawab, matanya segera beralih ke arah lain ketika pria itu mulai menurunkan celananya. Dia malu dan dia tidak mau tau seberapa besar ukuran dari batang yang akan memasukinya.

Merasa lucu dengan tingkah malu-malu Krist si pria terkekeh. Dia kembali berbaring diatas tubuh Krist. Tangannya menarik tangan Krist dan meletakkannya di atas batangnya.

Mata Krist melebar. Dia kaget. Tanpa di lihat, dia bisa menyakini bahwa monster apapun yang sedang dia pegang, ukurannya pasti dua kali lipat dari punyanya.

"Apa itu akan muat?" nada khawatir tidak bisa disembunyikan dari suranya.

"Untuk itulah aku harus mempersiapkanmu" si pria mengambil spermanya yang berceceran diatas perut Kristt dan mengoleskannya di lubang Kristt, membuat lubangnya menjadi lebih licin untuk dimasuki.

Our Boys (SingtoKrist 🔞)Stories to obsess over. Discover now