Wabah Cinderella

12 1 0
                                        


.

.

Scriptwriter : pulpenkertas | Rating : M | Lenght : Series | Genre : Romance | Pair : ChanBaek | Byun Baekhyun-centric | Yaoi | DLDR

.

special appearance

Wanna One

.

.

Bagaimana jika kisah ini kumulai dengan Cinderella? Jangan protes dulu. Aku tahu. Kisah sepatu kaca itu memang mengada-ada dan sedikit memaksa. Tapi bukankah banyak yang menyukainya? Bagaimana dengan Rapunzel? Snow White? Atau Sleeping Beauty? Apa kurang menarik?

Kurasa memang begitu. Kisah-kisah Disney terlalu gampang tertebak. Slogan yang sama berulang-ulang bagai kaset rusak di akhir cerita. Dan kami hidup bahagia selamanya. Itu membosankan.

Lalu apa ini layak dilanjutkan? Judulnya saja sudah memberi kalian ultimatum untuk menebak demikian. Namun setiap kisah memberi narasi serta kejutan berbeda-beda. Ada yang indah dan ada yang hambar-hambar saja. Maka aku memberi kebebasan kalian untuk menilai sepenuhnya. Bahagia selamanya ini kumulai dengan Cinderella.

.

Ya, Cinderella.

Aku benci Cinderella. Ia gadis lemah bertubuh kurus berdada silikon. Tak ada yang menarik. Ia hanya beruntung ditolong ibu Peri. Tapi di dunia bernama realitas, Cinderella akan berada paling bawah dalam rantai makanan.

Jangan memandangku begitu. Fakta membuktikan. Kisah ini tidak akan menyangkut sepatu kaca. Aku tidak pernah menginginkan apalagi menggunakannya. Bahan nylon adalah yang terbaik. Dan maksudku, ini dunia yang sebenarnya, bukan Disney. Entah mengapa orang-orang di sana gemar sekali mencuci otak.

Keponakan perempuanku, —Shopia, bahkan bermimpi menjadi putri yang suatu saat di jemput oleh pangeran tampan berkuda putih. Dan aku memekik.

Hell no. Jika kudanya dengan empat roda dengan bamper tangguh yang baik untuk dipakai offroad, aku seratus persen tidak masalah. Tapi secara harfiah yang Shopia inginkan adalah kuda. Dengan empat kaki, bukan roda. Dan demi Tuhan, siapa yang akan menunggangi itu di daratan Seoul yang luas.

Kalian pasti mengerti. Zaman moderenitas membutuhkan orang-orang yang berpikiran logis dan realistis. Keinginan menjadi salah satu Putri Disney adalah keinginan bodoh.

Aku lebih memilih terperangkap di mansion dengan lapangan golf di sekelilingnya serta dijaga ketat beribu bodyguard, daripada harus terpenjara di menara mewah bersama seekor naga. Itu tidak pernah ada dalam bayanganku, di samping aku laki-laki, kisahku sama sekali berbeda.

Aku bahagia. Dan kebahagiaanku sudah kudapatkan dari awal. Aku tidak perlu bersusah payah mengurus dapur, mencuci pakaian, bersih-bersih lalu tertekan dengan saudara-saudara tiriku. Aku tidak punya itu.

Ayah dan ibuku masih hidup dan sangat sehat. Aku punya saudara yang kesemuanya laki-laki dengan status kandung. Melihat kemiripan wajah kami, kurasa kalian tak butuh tes. Pekerjaanku berjalan baik dan aku tidak perlu memanjangkan rambut untuk membawa pria ke kamarku. Aku sudah terikat. Bukan hasil perjodohan. Semua murni karena keinginan kami bersama yang begitu kuat.

Sempurna. Hidupku sempurna.

Tapi seperti kesempurnaan Megan Fox. Si sexy dengan satu jempol tangan yang obesitas. Tidak ada yang benar-benar mencapai kesempurnaan hakiki. Kodratnya seperti itu.

Aku membenci Cinderella. Namun faktanya itu hanyalah bentuk kecemburuan. Aku iri dengan mimpi yang ia dapat begitu mudah. Ia hanya bersedih lalu ibu peri datang dan tikus serta labu menjadi kereta kuda yang indah. Ia bisa berdansa dengan pangeran dan pergi tepat tengah malam. Tentu saja sengaja atau tidak meninggalkan sepatu kacanya. Pihak kerajaan berkeliling ke seluruh negeri dan voila.....mereka hidup bahagia selamanya.

Bahkan sampai sekarang aku masih penasaran dengan ukuran kaki si upik abu itu. Dari sekian banyak perempuan di seluruh pelosok, tak adakah satupun yang menyamainya? Seakan-akan sepatu itu hanya tercipta untuknya. Aku serasa ingin mengeluarkan makan siangku ke wastafel.

Dan ya, semuanya bermula pada Cinderella. Wabah Cinderella sebagaimana aku menyebutnya.

Jadi, apa kalian ingin mendengar wabah pertama?

.

.

-bersambung

Happily Ever AfterWhere stories live. Discover now