Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Tidur

14.1K 681 48
                                        

Bts © Big.hit All the characters belong to their own

Short fic. Typo(s). OC(s).

Enjoy!

.

.

"Aku tidak mau sekamal dengan Taetae hyung lagi!"

"Memangnya aku mau sekamal denganmu? Cih! Jangan mimpi, chimchim!"

Jin menggeleng-gelengkan kepala melihat pertengkaran kedua buah hatinya itu. Dengan lembut ia berkata, "Jadi kalian berdua maunya bagaimana?"

"Tidul di kamal sendili!" tukas Taehyung dan Jimin bersamaan. Setelah itu mereka berdua memasang ekspresi sebal dengan menggembungkan pipi sebesar-besarnya.

Jin menghela napas pelan dan melirik Namjoon yang sama sekali tak menghiraukannya. "Baiklah. Mulai nanti malam kalian akan tidur sendiri di kamar masing-masing. Biar Appa yang mengurusnya untuk kalian."

Namjoon tersedak kopi panasnya dan terbatuk-batuk. "Eh?"

"Tidak ada 'Eh?', Namjoonie. Kamar kosong di sebelah kamar mereka itu, kau libur, 'kan, hari ini?"

Namjoon menggerutu dari balik korannya, menghitung kolom-kolom artikel dalam gumaman. "Satu, dua..."

Beberapa saat kemudian terdengar bunyi klakson dari arah luar. Bus antar jemput TK Bangtan telah tiba, siap mengantarkan penumpang. Taehyung dan Jimin pamit pada orangtua mereka dan berlomba-lomba untuk mencapai pintu depan. Ejekan demi ejekan terlontarkan dari bibir mungil mereka. Dan begitu sampai di pintu depan, keduanya merengek ingin keluar terlebih dahulu, saling menjejalkan diri di pintu. Akibatnya tubuh mungil mereka sempat terjepit di tengah-tengah.

Jin kembali mengunyah roti bakarnya yang tinggal setengah setelah pintu depan berdebum keras. Kepalanya dipenuhi dengan jadwal ibu rumah tangga seperti biasanya. "Ah, hampir saja lupa..."

Namjoon melongokkan kepala dari sisi koran. "Lupa apa?"

"Kumpul-kumpul bersama Yoongi dan yang lainnya."

"Oh." Mulut Namjoon membulat. "Kapan?"

"Seharian ini."

Namjoon tersedak untuk yang kedua kalinya. Ampas kopi menggumpal di lengkung bibirnya. "Kau mau pergi seharian?" tanyanya setengah tidak percaya.

Dengan mantap Jin mengangguk. "Tenang saja, aku berangkat setelah mengerjakan semua pekerjaan rumah dulu. Memangnya sepertimu, Tuan Perusak barang, huh?" Ia tertawa geli melihat tampang suaminya.

Namjoon melengos, membiarkan Jin membersihkan ampas kopi di bibirnya. "Kalau dua bocah itu sudah berangkat rasanya sepi, ya Jinnie." Ia mengelus jemari lentik Jin di bibirnya.

"Apa maumu, Kim Namjoon?" Jin pura-pura tidak mengerti.

Sebuah kerlingan menggoda tercipta dari mata malas Namjoon. Sebagai jawabannya, Jin pura-pura terkejut dan tertawa saat Namjoon berpindah memeluk punggung Jin dan mendaratkan sebuah kecupan di tengkuk Jin yang bebas. Jin menggeliat dan tahu-tahu saja tubuh rampingnya telah dibopong oleh Namjoon. Namjoon membawa Jin keluar dari ruang makan ke tangga, menuju ke lantai 2. Di balik pintu kamar terdengar suara cekikikan, geraman dan juga erangan.

Kembar (Namjin Family)Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora