Hai...
Apa kabarmu disana? Apakah baik–baik saja? Apa kamu bisa melihatku disini? Aku disini sedang melakukan hal yang sama seperti dulu. Aku disini sedang melakukan hal konyol yang sebenarnya pun aku tidak ingin semua ini terjadi dan terus terjadi lagi. Tapi tetap saja aku terlalu bodoh untuk melakukannya. Terlalu bodoh untuk tidak membuang semua perasaanku padamu.
Apa kamu tahu? Aku disini masih tetap setia menunggumu dengan perasaan yang sama. Perasaan yang sama seperti kita pertama kali menjalani cerita indah yang berujung luka. Menunggumu untuk datang kembali dalam kehidupanku. Menunggu untuk kita dapat bersatu kembali. Membangun sebuah mimpi-mimpi yang kini sudah terkubur mati.
Dan sekarang mungkin kamu sudah tidak perduli. Semua perasaanmu kepadaku sudah lama terkubur dengan semua kenangan-kenangan yang kita lalui selama ini. Bahkan kepergianku pun sudah bukan perdulimu lagi. Hidupmu yang sudah bahagia tanpaku, sedangkan hidupku tidak sebahagia saat bersamamu. Dulu.
Sekarang saatnya aku tutup buku ini. Buku yang berisi tentang semua cerita kita. Cerita dimana semua luka duka, canda tawa, bersatu dalam ikatan bernama cinta. Cerita cinta yang seharusnya kita tulis bersama. Cerita cinta yang kini menjadi akhir luka diantara kita.
Mungkin aku akan coba membuka sebuah buku baru. Buku yang akan aku tuliskan sebuah cerita dimana aku telah menemukan seseorang yang lebih baik darimu. Cerita yang berbeda dari sebelumnya. Cerita bagaimana betapa bahagianya kehidupanku dan dririnya tanpa hadirnya bayang-bayang akan kenangan dirimu.
Kini kamu hanya kepingan dari sisa-sisa kehancuran masa laluku. Kini kamu hanyalah sebuah aksara indah yang tak bermakna. Yang masih melekat di dalam jiwa. Yang masih mengendap di dalam sesaknya dada. Yang masih tersirat di dalam semua doa. Dan masih bersemayam di dalam tubuh yang bernama, luka.
Kali ini waktunya aku untuk benar-benar pergi. Pergi mencari bahagiaku. Walaupun kamu tahu bahagiaku adalah kamu. Tapi sekarang kamu tak usah memikirkan aku lagi. Aku sudah tidak apa-apa tanpamu. Aku sudah belajar dari semua kesalahan di masa lalu. Kesalahan yang menjadi penyebab kamu berpaling dariku sehingga kau telah menemukan cinta yang baru. Cinta yang selalu memberi kebahagiaan disetiap langkah detik waktumu. Dia yang selalu memeberimu cinta disetiap detak jantungmu. Kamu, berbahagialah.
Aku sudah merelakanmu. Kini aku sudah bisa berjalan sendiri tanpa hadirmu. Tertawa sendiri tanpa senyummu. Menahan dinginnya malam tanpa pelukmu. Sekarang, aku telah tersadar. Bahwa suatu hari nanti akan ada seseorang yang mencintaiku dengan setulus hatinya. Yang merasa beruntung dan bangga ketika dia memilikiku. Yang tidak akan pergi meninggalkan aku bagaimanapun sulitnya masalah yang menerjang. Kini aku tahu, yang akan datang jauh lebih baik dari apa yang telah pergi.
Semoga jalan yang kita pilih ini adalah jalan dimana kita bisa saling menemukan kebahagiaan. Kamu dengan kebahagiaanmu yang baru. Aku yang mencoba membangun kebahagiaan saat tidak bersamamu. Lagi.
Dari aku,
Seseorang yang sampai saat ini masih mencintaimu, dan kamu yang saat ini sedang dicintai seseorang yang selalu membuatmu lebih berarti. Seseorang yang menjadikanmu permata hati.
September 24th, 2015
Gantara Wijaya Kusuma
2000 W University Ave, Muncie, IN 47306, U.S.
KAMU SEDANG MEMBACA
Permata Hati
RomansaCinta tidak bisa ditebak. Cinta tidak bisa direncanakan. Jika sudah jatuh cinta, maka kita harus siap mendapatkan luka. Jika hari ini kita dipertemukan, maka kita harus siap untuk menerima sebuah perpisahan. Tapi, sepahit apapun luka yang aku rasaka...
