ish

160 20 1
                                        

Jungkook membenarkan letak piercing di telinganya, sedikit aneh memang melihat lelaki mengenakan anting tapi rasanya untuk tahun sekarang tidak ada yang terdengar aneh, bahkan saat melihat dua pemuda saling berciuman di jalanan pun sudah terdengar biasa untuk saat ini.

"Cepetin dikit Jung. Lo lama bener dah." Jungkook mendengus melihat intensitas sahabat nya yang kini tengah berdiri songong di sampingnya degan menarik-narik piercing di telinganya hingga membuat telinga Jungkook memerah.

"Bangsat! Sakit Jim."

"Ngomong lo ya! Panggil gue kakak atau abang kek, gue itu lebih tua setahun dari lo ya! Belagu banget." Jimin sebenarnya tidak mempermasalahkan cara memanggil Jungkook yang kelewat sopan itu, tapi untuk kali ini Jimin memang berniat membuat sahabatnya itu kesal. Karena melihat wajah kesal Jungkook di pagi hari adalah kesenangannya.

"Fuck you."

Dan setelah itu Jungkook meninggalkan Jimin yang terkekeh senang, karena berhasil membuat mood pemuda itu hancur di pagi hari. Kesenangan yang sederhana bukan?



"Eh tolol, lo ngambek sama gue? Seriusan?"

"..."

"Jung."

Jungkook tidak menyahut, ia tetap memfokuskan pandangannya pada hape, menghiraukan Jimin yang setia memanggilnya disela kegiatan mengemudi pria itu.

"Eh anjing, jangan kaya cewek PMS lo ya. Jijik gue."

"Diem lo, bacot."

"Seriusan deh Jung, lo kenapa sih? Dari kemaren loh, lo gak bisa diajak becandaan. Biasanya gak gini deh."

"Diem lo."

"Jung."

"Apa lagi!? Bacot bener dah."

"Udah sampe, gak mau turun lo?" Kata Jimin dengan wajah inosennya, seriusan deh dia udah pengen ketawa ngakak liat ekspresi adik tingkat yang merangkap sebagai sahabatnya itu. Jungkook kalo lagi malu lucu banget gila.

"Hm." Palingin muka merahnya, Jungkook cepat-cepat keluar dari mobil Jimin dan ninggalin pria itu begitu aja.

"Untung sayang."




Jungkook gak tau kenapa belakangan ini mood nya lagi jelek banget, dia kaya lagi berada dalam mode senggol bacok, sleding terus lindes. Ditambah lagi masalah abangnya yang buat kepala pemuda berusia 20 tahun itu mau pecah.

Selama pelajaran Jungkook gak konsen sama sekali, untung dosennya tipe yang adem ayem, jadi gak terlalu mempermasalahin salah satu siswa nya yang dari tadi melamun aja.

Jungkook sendiri udah ngerasa bener-bener penat, jadi dia mutusin minta ijin ke dosennya buat keluar, pergi ke toilet dengan alasan sakit perut, dan langsung diiyain gitu aja.

Setelah keluar dari kelas, Jungkook langsung pergi ke kelas nya Jimin, mau ngajak itu anak bolos juga, bener-bener gak tau diri, tadi dicuekin sekarang malah nyari-nyari.

Sampe di kelas pemuda itu, Jungkook ngintip dikit dari jendela dan langsung bisa liat intensitasnya Jimin, pemuda bantet itu selalu duduk di belakang dan lagi main hape, jadi tanpa pikir dua kali Jungkook langsung ngambil hape nya dan ngechat Jimin


You
Jim, cabut yok. Gue tunggu depan kelas lo.

Jimin🐶
Call.

Dan Jungkook bisa liat Jimin cepat-cepat beresin bukunya dan permisi keluar ke dosennya dan diiyain gitu aja, juga.

"Mau kemana tuan muda?" Tanya Jimin setelah ada di depan Jungkook.

Jungkook ngelirik bosan, terus narik tangan Jimin. "Ke tempat yang rame. Buar ga bete lagi."

Jimin ngangguk, sedikit ngerti permasalahannya Jungkook kali ini.

"Gue punya satu tempat yang pasti bikin lo seneng."

"Banyak bacot lo, dimana?"

"Tongkrongan temen-temen gue." Kata Jimin.

Jungkook menyerngit. "Temen lo? Temen kampus?"

"Iya tapi kampus sebelah. Yok! Gue jamin lo seneng dah."

Jungkook hanya ngangguk dan kali ini ngebiarin Jimin ngerangkul bahunya ke parkiran.

__

Jimin bawa dia ke sebuah apartemen, katanya ke apartemen temennya, disana juga udah rame--- kata Jimin, Jungkook total bingung tapi tetep ngikutin langkahnya Jimin aja.

Jimin sampe di depan pintu nomor 3012 dan segera masukin password-- udah kaya apartemen sendiri aja.

"Woii." Teriak Jimin begitu masuk ke dalam.

Di dalam udah ada beberapa pemuda-- total ada 4 pemuda kalo Jungkook itung, ga rame emang tapi keliatannya bakal seru.

"Jim! Dateng juga lo." Seru salah satu pemuda dari mereka yang kalo boleh Jungkook jujur mukanya kaya kuda.

"Iya dong. Eh kenalin---"

"Itu sama siapa." Seorang pemuda menyela, dengan raut wajahnya yang keliatan banget tertarik.

"Diem dulu tolol. Ini sohib gue Jungkook."

"Wuiih." Mereka langsung heboh gitu aja, dan Jungkook cuma ngangguk sopan, gak mau terlihat bar-bar padahal mah---.

"Gue Jungkook."

"Anjing, kiwoyo banget."

"Gue Namjoon."

"Gue Hoseok, tapi biar lebih akrab panggil gue Hobi aja."

"Yoongi."

Jungkook agak kaget liat cowok yang namanya Yoongi itu, seriusan deh, dia putih banget. Mungkin nanti Jungkook mau nanya ke Yoongi gimana caranya bisa seputih itu.

Jungkook lalu natap pemuda terakhir yang belum dia kenal namanya, dia ulurin tangannya dan langsung dibalas terus ditambah sama senyum kotak yang kelihatan lucu aja kalo untuk cowok. "Taehyung!"

"Jungkook."

"Nah, berhubung kita nambah satu anggota lagi gimana kalo kita rayain; minum-minun kayanya seru tuh."

"Anjing, alay banget lo Hob."

"Bilang aja emang pingin minum-minum. Isi alibi segala."

Jimin ikutan nyahut. "Yuk, yuk! Gue sama Jungkook juga sering ke klub sih. Kangen banget minum-minum nih. Ya kan Jung?"

Jungkook ngangguk.

"Nah, bener juga tuh. Nanti kita ke klub aja, gue traktir." Timpal Taehyung tanpa alihin matanya dari Jungkook, semua temennya ber seru kaya anak kecil, sedangkan Jungkooknya sendiri cuma ngangguk dan mainin hapenya yang beberapa detik lalu bunyi.

Pesan dari abangnya.

Jin-hyung
Lo ada dimana? Cepet pulang jangan keluyuran. Udh sore bukannya kuliah lo dh selesai? Mama papa pengen ngomong.

________________

vk

Kolom perkenalan dan pendapat🔗⤵

Mahasiswa; vkWhere stories live. Discover now