Kau serupa hutan,mencekam namun menawan. Dan aku adalah Bumi yang akan hancur jika kau tak lagi subur
-gentakiswara-
Hosh....hosh...hoshh
"Aduhh telat lagi.."
seorang perempuan berlari-lari menyusuri jalanan menuju sekolahnya.
Dengan nafas yang terengah dan mencoba mengkuatkan kaki-kaki nya yang hampir patah, ia mencoba terus berlari tanpa memperdulikan banyak mata yang memandang dia dan tak peduli baju nya basah oleh keringat yang sedari tadi mengalir di punggungnya.
"Dumaa...ayo naik" aku segera naik ke atas motor ninja merah itu dan pengendara si merah itu melesat menuju sekolah.
Yaa namaku Anasthasia Duma bisa di panggil Duma,nama yang aneh bukan? aku tinggal bersama ayah, ibu dan adikku dengan kehidupan yang sederhana. di depanku pengendara si merah ini sahabatku Bintang, aku dan Bintang sudah lama bersahabat dari kita masih bayi bahkan ibu kita bersahabatan.
Sesampainya di Smansa (Sma Negri Satria) di jakarta, aku segera turun dari motor dan mencegah pak tatang yang sedari tadi menarik gerbang sekolah.
"Hasshhh...kaliann ini langganan terlambat, sudahh sono buruan masuk mumpung saya belum berubah pikiran" tegas pak tatang dengan logat jawa nya yang khas.
Aku pun hanya meringis kuda, segera aku dan Bintang menuju kekelas dengan kecepatan maksimum, aku dan Bintang berbeda kelas dia Mipa 5 dan aku di Ips 3.
"Mampus... bu Risa hampir mendekat ke kelas" aku pun segera berlari menuju kelas dan segera meletakan pantat ku di bangku kesayangan tepatnya di paling belakang.
"Assalamualaikum anak anak" Bu Risa masuk kedalam kelas dan langsung masuk ke materi selanjutnya.
'Huft...pagi pagi dah mikir keras aja nih otak, tidurr aja lah' batinku.
♤♤♤
Akhirnya bel istirahat yang di nantikan siswa pun datang.
"Dum...Dum..." suara Rena membuat mimpi indahku terpause.
"Heii tukang tidur...bangun!!" Suara Punai pun menusuk gendang telingaku saat ia berteriak di telingaku.
Rena,Punai,Izza,Fina,dan Sela adalah teman-temanku saat dari pertama masuk sekolah ini. Kita punya geng sendiri di kelas namanya musketeer , bukanya mau ngegang sendiri sih, kita tetep berbaur sama yang lain tapi saat kita ada masalah kita hanya cerita ke musketeer.
"Arghhh...iyaa... ini Putri tidur bangun..." aku berjalan gontai menuju kantin dan meninggalkan temanku yang sedang ngedumel.
"Ehh... pede amat lo putri putri, gue lempar dari lantai 3 sukur lo" aku hanya tertawa mendengar celotehan Punai.
Sesampainya di kantin aku segera memesan bakso, nasi goreng, dan mie ayam.
"Ehh...gila, ni anak habis hibernasi apa puasa 1 tahun?"
"Masa bodo energi gue habis gara gara tidur di dongengin bu Risa rumus bangun ruang"
teman-temanku tertawa mendengar cerita tidurku tadi, aku hanya heran melihat mereka tertawa. Saat aku hampir menyuap bakso ku. Si Rena menyenggol kan sikunya ke lenganku.
"Ishhh...apasihh" tanya ku kesal pada si Rena.
"Itu gebetan dateng" seketika aku melihat kearah kanan ku dan yang ku lihat hanya sesosok Bintang.
"Gebetan apaan sih, sahabat guee itu"
Saat Bintang sampai di meja ku dan teman-teman, Ia tebar pesona ke teman-temanku.
"Hay kak bintang" sapa mereka serempak kaya paduan suara.
"Hello ladies cantik banget hari ini"
Mereka pun teriak teriak gak jelas. Aku hanya memandang bingung ke mereka.
"Apasih lo Bin minggir sono ahhh brisik, tebar pesona ae lo"
"Kenapa Dum?cemburu ya?? Tenang hati Bintang cuman buat Duma seorang"
"Basii loo"
Aku pun menatap jengah si Bintang dan akhirnya pun dia pergi dari mejaku.
"Dumaa...lo ini robot ya?? Di gituin kak Bintang lo gak baper gitu?" Tanya Sela
Aku hanya terdiam dan termenung, masalahnya saat Bintang cuman bersama ku dia jadi pendiem dan kalem banget tapi dia berubah kalo udah ada banyak cewek di sekitarnya.
"Woyyy" Sela menyadarkan ku kembali dari lamunan gila itu.
"Enggak lah, tipe gue bukan kek Bintang gitu lebih high class dari dia lah"
Aku pun segera menghabiskan semua makanan ku dan beranjak pergi ke perpustakaan untuk meminjam Novel.
♤♤♤
Aku berjalan santai menikmati perjalanan pulangku dan angin sepoi sepoi yang meniup rambut panjang ku.
Tiba-tiba suara motor mendatangiku.
"Dum...sorry ya... gue ada kumpul osis sebentar tadi"
aku pun mengangguk dan langsung naik motornya. Aku pun langsung menempelkan pipiku di punggung Bintang.
"Dumm.... awas ya lo kalo tidur, nanti lo jatuh"
"Hmmm"
"Dum... gue mau ngomong sama lo sesuatu yang penting"
Seketika dadaku bedetak kencang tapi aku gatau kenapa apakah benar?
~~~~~~~
Halo readers, assalamualaikum..
Merhaba
Jangan lupa like n coment ya makasih:)
YOU ARE READING
DUBIUS
Teen Fiction"Bintang, bolehkah aku menjadi lebih dari sahabatmu?" "Bolehkah aku selalu di sisimu?" "Bolehkah aku menjadi yang pertama di hatimu?" Dubius adalah padanan kata dari Problematis. cerita ini akan membawa kamu kembali pada masa putih abu abu, bagaima...
