1|Galaxy

108 45 8
                                        

"TIGA.. dua.. satu!" seorang pria menginterupsi lima orang gadis yang sudah siap dengan posisi mereka dan, pijakan mereka kini mulai naik ke atas panggung.

"Galaxy! Galaxy! Galaxy!" riuh penggemar menyorakkan nama grup mereka. Yap, itulah nama grup dari lima gadis ini. Puluhan lampu kini menyala dan hanya fokus kepada mereka berlima.

Ini konser terakhir mereka di Thailand setelah mengadakan konser di beberapa negara Asia lainnya. Di atas panggung yang besar dan megah ini, mereka bernyanyi sambil menari mengikuti koreo yang sudah di ajarkan oleh sang pelatih.

✨✨

"Kerja bagus semua!"

"Kalian keren!" Para staff melontarkan pujian. Sang leader dari Galaxy pun mengucapkan terima kasih atas kerja sama para staff dan menuju ruangan bersama anggotanya.

"Umur aku tahun ini 25, lulusan SMA tanpa bisa merasakan indahnya masa kuliah" Laura--leader mengela nafas pelan.

"Ya mey-ah! kamu ga mau kuliah?"

"Gue males kuliah"

Laura memutar bola matanya malas "Aku ga nanya kamu Bella!"

"Aku juga mau ditanya kak" Ucap Bella dengan ekspresi seolah-olah dialah makhluk tuhan yang paling malang dibumi ini agar Laura ber-empati kepadanya. Bukannya kasihan, Laura memasang mimik wajah seperti akan muntah.

"Aku udah tau jawaban kamu jadi ga perlu ditanya lagi"

"Apaan?"

Laura menirukan gaya Bella "I'm famous, kalau gue jadi the most girl dikampus kan gue capek di kejar-kejar sama penghuni kaum adam disana"

Setelah mengucapkan kata tersebut, Laura melemparkan botol minuman kosong ke arah Bella. Sedangkan yang menjadi korban lemparan hanya meniru tawa setan.

"Mey-ah, shireo?" Tanya Laura lagi. (Mey, tidak mau?).

"Entahlah" Mendengar jawaban yang singkat dari Mey, Laura berdecak.

Jika kalian bingung kenapa bahasa mereka bercampur seperti gado-gado, baiklah aku akan menjelaskannya.

Galaxy memiliki dua anggota yang berasal dari Korea Selatan. Laura, sang leader yang memiliki nama asli Kim Hae Ra, tinggal di Indonesia sudah 5 tahun, oleh karena itu, dia sudah fasih berbahasa Indonesia. Satu lagi, Kang Sae Ron, nama panggung Sera. Untuk berbahasa Indonesia, Sera masih payah dalam mengucapkan dan memahaminya oleh karena itu, para anggota yang lain harus bersabar jika berbicara dengannya.

Sera menggelayut manja dilengan Vio "Patene~"

"Patene patene patene apaan! Yang bener itu Partner bini nya bambang!" Ucap Vio jengah.

Laura terkekeh "Maklum Vio, di Korea emang gitu cara melafalkannya" Vio mempoutkan bibir.

"Follow me, 'part' " Pinta Bella kepada Sera dan Sera pun membeo "ner" lanjut Bella yang masih diikuti Sera. "Dibaca?"

"Patene" jawab Sera dengan senyuman terbaik yang ia punya dan menghilangkan mata sipit miliknya.

"Wahai Ferguso! nikahi gue sekarang! Gue frustasi kalo harus berhadapan sama anak monyet kaya begini" Teriak Bella frustasi sambil menjambak rambutnya sendiri.

Laura menyaksikan adegan tersebut berdecak.

✨✨

Saat ini Galaxy dan para staff makan malam di sebuah cafe yang telah di booking oleh staff. Jadi, hanya ada mereka berlima dan 60 staff lainnya disana.

Mey menyikut lengan Bella yang duduk disampingnya.

"Gimana kalo kita kuliah?" Bella memberikan ekspresi menolak.

"Lo pengen kuliah?" Tanya Bella, Mey mengangguk.

"Ga takut capek?" Mey menggeleng.

"Pengen banget?" Mey diam.

"Kenapa?" Mey hanya mengedikkan bahu nya. Merasa gemas atas jawaban lawan bicaranya, Bella  menoyor kepala Mey.

"Ooh gue tau" Bella melirik Mey dengan tatapan jahil.

"Lo mau cari pacar kan?" Tuduhnya sambil menaik-turunkan alisnya sebelah bermaksud menggoda.

Mey memutar bola mata jengah dan menghembuskan nafas kasar "Nyesel gue bicara sama lo"

Usia antara Mey dan Bella sama, hanya saja Mey lebih dulu lahir di bulan Mei, sedangkan Bella di bulan November.

"Patene! gapur! Gue mau gapur!"

"Mana ada kapur disini Sera" Ucap Vio malas. Sebenarnya dia mengerti apa yang dimaksud oleh Sera, hanya saja dia ingin melihat Sera keki. Jahat emang.

"Ya!! Gapur!!" Kali ini Sera mengisi ruangan dengan teriakan nya yang maha dahsyat.

'Tak!"

"Ah appo" ringis Sera ketika seseorang memukul kepalanya dengan garpu. (sakit)

"Garpu sayang, bukan gapur. Kamu kaya nya harus private bahasa Indonesia dirumah Aa' deh" Staff bernama Yasa sang pelaku mendaratkan garpu di kepala Sera mengedipkan sebelah mata dengan centilnya.

Tak mau kalah melihat Yasa memulai aksinya, Min Ho dan Andrew ikut serta menggoda Sera. Tiga cowok yang mendapat julukan Trouble Maker itu berasal dari negara yang berbeda. Yasa berasal dari Indonesia, Min Ho Korea dan Andrew berasal dari Eropa. Ketiga-tiga nya adalah staff bagian editor.

Malam itu mereka menghabiskan waktu terakhir di Thailand hanya dalam caffe. Troubke maker dengan aksi gilanya, Sera dan Vio memperdebatkan cara melafalkan bahasa yang benar, Bella dan Laura makan sambil membahas alat kecantikan dan fashion.

Lalu, Mey dengan setia nya mendengar hati dan fikirannya yang sedang memperdebatkan untuk kuliah atau tidak.

✨✨✨


GALAXYWhere stories live. Discover now