Layaknya seorang gadis yang sedang kasmaran, Jongin mengendap-endap diantara lemari buku berlabelkan psikologi dan filosofi. Tubuh tingginya sedikit ia bungkukkan agar objek yang sejak tadi ia perhatikan tidak menyadari kehadirannya. Dengan senyum yang mengembang di wajahnya, ia terus mengamati sosok yang sejak tadi menjadi fokus perhatiannya.
Saat gadis yang berdiri memunggungi rak tempat berdirinya itu menyelipkan anak rambut yang terjuntai ke belakang telinga, Jongin nyaris kehabisan nafas karena menahan deru nafasnya menatap langsung leher jenjang berkulit putih mulus milik gadis tersebut. Lalu tanpa ia duga, gadis itu membalikkan tubuhnya dan sejenak kedua mata mereka bertemu, hanya saja terhalang oleh buku-buku yg tersusun rapi berdasarkan abjad di rak.
"Ah.. Ahahahaha.." Jongin mengeluarkan suara tawa yang dipaksakan seraya menggaruk rambutnya yang tidak gatal, "Gue butuh buku yang lagi lo baca. G-gue udah nyariin daritadi, d-dan ternyata bukunya lagi lo pegang," katanya mencari alasan yang terlintas di pikirannya.
Jongin kemudian berjalan memutari rak dan menghampiri gadis itu. Dari dekat, semakin ia merasa terhipnotis oleh pesona gadis di depannya. Mata bulat yang bersinar, hidung bangir, bibir semerah buah cherry dan kulit putih sempurna bagaikan salju. Jongin rasa ia dapat tahan berdiri diam menatap wajah itu berhari-hari tanpa bosan.
"Lo butuh buku ini?" suaranya mengalun merdu sambil menunjukkan buku yang sedang dipegangnya, sebuah buku bersampul biru muda dengan deretan huruf kanji di depannya.
Jongin menganggukkan kepalanya cepat.
"Lo bisa baca judulnya?" tanyanya lagi.
Jongin ragu sejenak sebelum memutuskan untuk kembali mengangguk. Gadis itu memperlihatkan cover buku itu dari dekat agar Jongin dapat lebih jelas melihatnya.
"Ng.. Mmm.. Apa ya bacanya" kedua alis Jongin bertaut, menampilkan ekspresi berpikir keras, sedangkan sang gadis tertawa renyah.
"Bisa gak bacanya?" tanya gadis itu lagi.
Jongin menggelengkan kepalanya lemah, telinganya merah karena menahan malu. Gadis itu kembali tertawa dan mengulurkan tangan kepada Jongin mengajak bersalaman, "Nama gue Kyungsoo, dari fakultas Sastra. Lo pasti Jongin dari fakultas Farmasi, kan?"
Jongin menaikkan sebelah alisnya menampilkan ekspresi bodoh sambil balas menjabat tangan Kyungsoo, "Darimana lo tau?"
"Ada tulisannya kali di nametag lo, bodoh" jawab Kyungsoo sambil terkekeh lagi.
Hilang sudah image cool yang berusaha dibangun oleh Jongin, sudah ketahuan berbohong, ia juga bertingkah bodoh di depan cewek yang ia taksir. Jongin hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum keki ke arah Kyungsoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Normal Life : EXO
Fiksi PenggemarHanya cerita tentang member EXO yang menjalani kehidupan normal sebagai mahasiswa dan drama cintanya. Warning: Uke as GS! (Joonmyun, Kyungsoo, Baekhyun, Luhan, Yixing, Minseok)
