Prolog

286 29 11
                                        

Gadis kecil itu menangis karena baru saja terjatuh dari sepedanya yang baru dibelikan ayahnya dua hari lalu.

Anak laki-laki yang tertawa disebelahnya sampai berjongkok karena tidak bisa menahan geli diperutnya tadi, kini sudah menghentikan tawanya lantas berdiri dan mengulurkan tangannya pada gadis yang senantiasa menangis itu.

"Ayo hyung-ie antar pulang. Hwa-nie cengeng banget, hyung-ie gak suka." Ucapnya dengan ekspresi marah.

"Tapi tadi hyung-ie hiks.. malah tertawa melihat hwa-nie jatuh." Hyohwa tidak terima malah mengeraskan tangisannya.

"Yang penting 'kan sekarang hyung-ie membantu hwa-nie berdiri, ayo cepat. Nanti hyung-ie buang sepeda nakal ini soalnya sudah buat hwa-nie jatuh." Taehyung menarik tangan Hyohwa agar bangun dari posisi jatuhnya.

Setelah naik kesepedanya sendiri taehyung menyuruh gadis kecil itu naik ke belakang sepedanya, menolak dengan mengeraskan tangisnya hyohwa mendapat ancaman jika taehyung akan menyebarkan berita jika gadis itu masih sering mengompol diumur enam tahun.

Mau tak mau ia harus naik jika tidak ingin semua teman mengejeknya dan akan dijauhi semua orang disekolahnya.

Sesampainya dirumah hyohwa, taehyung berteriak memanggil ibu sang gadis. "Tante! Hwa-nie terjatuh dari sepeda karena tadi atraksi melepas setir saat jalan menurun!" Ada senyum kemenangan yang tersungging dibibir anak itu.

Hyohwa kesal setengah mati pada taehyung sekarang. Kenapa anak itu selalu membuatnya dalam masalah sih?

***

Hyohwa menangis diatas ranjangnya sudah setengah jam dengan seragam sekolah yang masih melekat dibadan gadis kecil itu.

Taehyung duduk dilantai, bersila dan kepalanya disanggah kedua tangannya. Seakan menonton pertunjukkan yang membosankan. Ia bingung sebenarnya apa yang terjadi pada tetangganya itu.

Saat bel pulang berbunyi tadi ia langsung menyusul hyohwa ke kelas gadis itu untuk pulang bersama seperti biasanya. Tetapi ia malah mendapati hyohwa menangis dibangkunya sedangkan teman-teman kelas gadis itu tertawa sembari mengacungkan jari telunjuk kearahnya.

Taehyung marah tadi. Ia berteriak, "Diam! Siapa yang membuat hwa-nie menangis, mengaku!" Wajahnya memerah karena kesal. Ia berdiri didepan hyohwa yang masih duduk dengan menutupi wajahnya yang sembab, seperti menjadi tameng untuk gadis cengeng itu.

Hanya dia yang boleh membuat tetangganya itu menangis, tidak ada yang berhak menjahili gadis itu kecuali dirinya.

Tidak ada yang menjawab pertanyaannya, pun kelas hening seketika. Ia meraih jemari kecil hyohwa dan membawanya pulang hingga berakhir dikamar seperti sekarang.

Ibu hyohwa membuka pintu hingga membuat taehyung menoleh. Hyori membawa dua gelas susu untuk anaknya dan anak tetangga yang sudah ia anggap seperti anak sendiri pula.

Malamnya, taehyung datang lagi kerumah hyohwa untuk bertanya pada gadis itu, kenapa sebenarnya tadi siang?

"Jimin bilang pada teman sekelas kalau hwa-nie masih suka mengompol." Jawabnya dengan bibir dipoutkan.

"Jimin tahu darimana?" Tanya taehyung penasaran, ia juga semakin mendekatkan dirinya pada hyohwa yang bergelung dengan selimut sambil merebah di atas ranjang pinknya.

Menggidikan bahu sebelum membalas, "Cimin bilang, cimin dengar hyung-ie waktu hwa-nie jatuh dari sepeda kemarin. Hwa-nie marah sama hyung-ie." Melirik dengan mata memicing lalu memunggungi taehyung yang mengerutkan keningnya.

Keesokan harinya di sekolah dasar, kota Daegu. Seorang anak laki-laki menangis karena seluruh teman kelasnya mengoloknya berak dalam celana.

Hyohwa tertawa keras saat melihat noda kuning kecoklatan di celana belakang jimin. "Kemarin kamu ngejek hwa-nie ngompol, tapi kamu malah buang air besar di celana!" Ejek hyohwa bahagia.

Sepulang sekolah saat berjalan menuju rumah dengan taehyung disampingnya. Ia menceritakan tentang jimin yang berak di celana.

Taehyung tersenyum kecil melihat antusias hyohwa saat bercerita. Lalu menyahut, "Sebenernya dia gak berak dicelana. Tadi hyung-ie naruh tanah liat basah dikursinya, salah sendiri gak liat dulu kalau mau duduk. Yaudah, kena celananya deh." Jelasnya membuat hyohwa terbengong dengan mulut terbuka lebar.




🕊🕊🕊

Gatau kenapa akhir-akhir ini chimmy pengen banget nulis cerita bergenre teman masa kecil gini. Gatau bagus apa engga, intinya ini hasil imajinasiku yang pengen aku tulis dan ada beberapa yang emang cerita masa kecilku.

Semoga suka..

Love, chimmy💜

CollapseWhere stories live. Discover now