Tangan, dahi, dan mungkin seluruh tubuhnya dibanjiri keringat dingin. Bahkan sejak tadi dia sempat muntah satu kali.
Aku panik, jelas. Dia kumat saat pelajaran olahraga. Dan kini aku sendirian di ruang UKS bersamanya. Ini juga petugas jaga malah menghilang kayak makhluk halus.
"Rei, kemarin kan gue udah bilang. Jangan lupa minum obat lo. Kok lo bisa lupa, sih?"
Aku mengobrak-abrik tas ransel miliknya yang tadi sempat diambilkan oleh salah satu teman sekelas Rei.
"Lo nggak bawa obat?"
Terdengar helaan napas berkali-kali dari seonggok manusia di atas kasur UKS itu.
Kemudian Rei menggeleng pelan. Sebelah tangannya menutupi mata. Sebelahnya lagi sedikit mencengkeram pinggiran tempat tidur.
"Mulai besok ... lo gantiin Mama buat nulis memo ke gue ya, Sa." Rei terbatuk sebentar. "Ingetin gue buat minum obat."
Aku hanya mengangguk, meski aku tahu, dia tidak akan melihatku melakukan itu.
--**--
"Sa! Mosa!" Terdengar sayup-sayup suara seorang cewek yang sepertinya aku kenal.
"Bangun woi! Pulang nggak lo?"
Mataku mengerjap pelan, lama-lama siluet orang yang ada di hadapanku mulai terlihat jelas ... dan jelas. "Lho? Kyla?"
Cewek di depanku berdecak kesal. Kemudian memencet hidungku dengan keras. Sialan. Dia memang beneran Kyla, aku kira jelmaan jin.
"Ayo pulang! Enak ya lo, jam kosong tidur. Mentang-mentang nggak ada tugas. Bla ... bla ... bla ..."
Kyla terus saja mengoceh, sementara aku mulai membereskan buku-buku dan alat tulis.
"Rese lo, La. Gue, kan, lagi kangen sama Rei. Apa nggak boleh gue ketemu sama dia, meski cuma lewat mimpi?"
--**--
Hollaaa ....
Bismillah... Aku nongol lagi. 😆
Setelah sekian abad nggak buka wattpad, nggak nulis, heboh dengan kehidupan dunia nyata yang penuh drama. Akhirnya otakku bisa berimajinasi menulis lagi.
Cerita lama yang aku hold. Dulu sempat mau aku ikutkan lomba menulis, tapi gagal karena ide kosong, otak kosong. Ya udah hold dulu aja.
Dan sekarang berani munculin lagi. Semoga menjadi awal untuk konsisten nulis lagi.
Mohon dukungannya. Terima kasih. 😘😘
-April Cahaya-
YOU ARE READING
Memo Mosa
Teen Fiction........ Tidak mudah kehilangan seseorang yang kita sayang. Sama seperti Mosa yang tidak bisa move on dari Rei. Satu-satunya cara Mosa untuk mengenang Rei adalah dengan menulis memo kecil untuk cowok itu setiap hari. Mosa tak peduli jika Rei tidak...
