1

40 3 0
                                        

Brakk!!.

"Ziah!!!"

Mendengar seseorang meneriakinyapun akhirnya ia terbangun dari tidurnya.

"Iya ada apayah?" ucapnya tanpa melihat situasi.

"Kelapangan sekarang!"

"Emang Ziah lagi dimana ini?" Siapapun yang melihat tingkah gadis ini pasti akan melemparkan benda tajam kemuka watadosnya itu.

"Ck, cepat!!"

"Aaa.. Sakit!!" ucap Ziah saat merasa telinganya ada yang menarik.

"Loh!! kok ada Bu Sasi sih" ucapnya setelah membuka matanya lebar-lebar Dan melepaskan tarikan ditelinganya itu.

"Kamu anggap saya siapa hah!. Malah tidur dijam pelajaran saya!!" ucap Bu Sasi guru yang sejak tadi membangunkannya.

"Emang ibu kapan masuknya? saya gak tau.." tanyanya dengan wajah seolah tak mengetahui apapun.

"Ck, jangan banyak omong!. Cepat kelapangan dan lari sepuluh keliling!!.." Perintah Bu Sasi, Ziah hanya bisa mengangguk.

Guru didepannya ini cukup ganas dibanding kucing.

Sementara teman-temannya memilih diam dan hanya memperhatikan perdebatan guru dan murid itu.

●

"Sumpah ya Allah, ini cape banget kapan matahari panasnya bisa diubah."

"Iss.. Kok gak nyambung yah?, gue'kan cape kenapa minta matahari panasnya diubah?. wahh gue udah konslet kayanya." Gadis itu terus saja mengoceh gak jelas, sudah 10 keliling ia berlari.

"Ziahh!!!." ucap seseorang, membuat gadis itu memutar bola malasnya.

"Paan?" tanya Ziah ketus.

" Dih, so ketus lo!. Nih gue bawain minum" ucap gadis itu.

Ziah-pun menerima dengan senang hati karna ia juga merasa haus.

"Thanks, Tania baik." Gadis itupun tersenyum.

"Sama-sama, lo kenapa sih!!..hobi banget dihukum!." Tanya Tania pada sahabatnya itu yang selalu membuat masalah.

"Bukan gue yang hobi dihukum, tapi dihukum hobi gue" jawab Ziah membuat Tania jengkel.

"Whatever.." tanggap Tania sambil menaikkan kedua bahunya.

"Udah ah, kantin yuk!." Ajak Tania pada Ziah.

Ziah-pun mengangguk dan berjalan meninggalkan padang tembok panas itu.

"Ehh.. Lo tau gak Zi?" tanya Tania sambil menatap kesamping untuk melihat lawan bicaranya.

Ziah menggelang tanda ia tidak mengatahui.

"Ih.. Kak Riyan sekarang ada jadwal latihan basket lohh!!." terang Tania dengan semangat.

"Oh." tanggapannya, sebenarnya Ziah juga senang mendengarnya namun ia berusaha biasa saja.

"Ih, lo mah.. Masa gitu doang tanggapannya!!!." kesal Tania melihat tingkah sahabatnya itu.

"Terus gue harus gimana jingkrak-jingkrak gituh!, jangan alay deh." ucapnya kesal dengan tingkah Tania yang berlebihan.

"Tapikan, ya ampun Kak Riyan itu.. Ganteng,cool,cerdas. Aaa pokonya perfect.." ucapnya antusias.

Ziah hanya bedecak kesal dengan tingkah Tania, tanpa ia sadari ia menginjak tali sepatu orang yang berada didepannya.

Brakk.

C.F.R-(CeritaFauziahRiyan)Stories to obsess over. Discover now