Bagian 1: Pertemuan

71 6 2
                                        

"Tunggu? Apa ini mimpi?"

"TOLONG AKU!!!!"

"Apakah yang kulihat ini mimpi?"

"Apakah yang kualami ini hanya mimpi?

Ujar seorang pemuda yang saat ini dalam keadaan terancam dalah hati. Pemuda ini sedang diserang oleh sesosok mahluk tinggi dan besar, perwarakan dari mahluk ini terlihat menyeramkan dengan satu mata dan gigi yang terlihat berantakan menghiasi wajah mahluk ini, tinggi makhluk ini mungkin sekitar 3 meter dengan bulu yang menyelimuti tubuhnya. Ia ingin meminta pertolongan, tapi dia berada di sebuah gang sempit yang tak ada seorangpun dalam pandangannya untuk dia minta pertolongan. Kalaupun ada orang yang bisa ia pinta tolong, mungkin orang tersebut akan meninggalkannya bersama makhluk yang berada di dekatnya tersebut.

"Hmmm, apa kau memiliki kata terakhir?" ucap makhluk itu disertai tawanya yang memamerkan deretan gigi yang berantakan namun terlihat menyeramkan, terlihat cocok dengan wajah dan tubuhnya. Makhluk ini mencekik sang pemuda dengan kuat, pemuda tersebut berusaha melawan namun hasilnya percuma. Hanya ekspresi pasrah yang bisa pemuda itu tampilkan ditengah ketakutan yang ia alami.

Apakah ini menjadi akhir pemuda tersebut?

Makhluk tersebut membuka mulutnya yang lebar, mengarahkan mulutnya ke wajah si pemuda dan bersiap untuk memakannya. Pemuda tersebut gemetar, hanya bisa merasakan ketakutan, tak tahu apa yang harus dilakukan.

"Padahal aku hanya ingin pulang sekolah dengan damai, tapi kenapa harus mengalami kejadiaan seperti ini? jika ini adalah akhir dari hidupku, biarkan aku masuk ke surga dan bahagia disana." doanya.

Ketika itu muncul cahaya yang menyilaukan, dengan suara gemuruh, seperti suara petir. Yang dipikirkan pemuda tersebut, mungkin dirinya sedang berjalan menuju surga. Kilauan cahaya tersebut terjadi selama beberapa saat dan menghantamkan tubuh kecilnya.

"Ugh, apa yang terjadi?" ucapnya,

Ia melihat pemandangan tak terduga, tubuh makhluk yang hendak memakannya terlihat hancur, dan keadaan sekitarnya terlihat berantakan. Ia heran, apa yang terjadi? Keanehan apalagi yang terjadi!?

Tak cukup kilatan cahaya dan tubuh monster yang hancur, ia mendengar langkah kaki yang berjalan ke arahnya, yang semakin mendekat. Takut pun kembali dirasakan, sekujur tubuhnya menggigil selaras dengan gertakan giginya.

"Semoga bukan monster lain. Kenapa hari ini aku sial sekali, aku hanya ingin pulang ke rumah!?" ucapnya dalam hati.

Langkah kaki tersebut semakin dekat,

Dan beberasa saat langkah kaki tersebut terhenti karena sekarang sosok yang melangkah tersebut berada di belakang pemuda tersebut.

"Mati aku....." ucapnya,

"Hei bodoh, kau terluka" ucap sosok di belakang pemuda tersebut.

Pemuda itu pun menoleh ke belakang, terlihat sesosok pria yang menatapnya dengan tajam. Ciri fisik pria tersebut memiliki kulit yang sangat putih, dengan mata hijau, rambut merah dengan potongan undercut, dan bentuk wajahnya yang tegas sangat kontras dengan alisnya yang tebal. Hidungnya yang panjang dan ramping dan bibirnya yang tipis, membuatnya terlihat tampan. Baju yang dikenakan oleh pria tersebut aneh menurutnya, pakaian serba hitam membalut tubuhnya. Pria tersebut menatap sang pemuda dengan tajam, seakan ia akan memakannya menggantikan monster yang hancur tersebut.

"Kau bisa berdiri? Untunglah aku tepat waktu menyerang iblis tersebut" ucap pria tersebut.

"Iblis?" jawab sang pemuda,

"Ya, Iblis."

"Kau menyerangnya?"

"Ya"

"Dengan apa kau menyerangnya?"

Cinta dan SihirWhere stories live. Discover now