halo teman- teman semua, ini mungkin cuma sekedar cerita yang saya tulis sesuai bayangan saya, mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan dan juga lain hal, itu saja dulu dari saya, selamat membaca.
•••••
Namaku Auliya Mahareni, aku hanya seorang anak biasa yang tidak memiliki kelebihan yang menonjol, aku memiliki dua orang adik laki- laki yang bandel dan memiliki ayah dan mama yang sangat perhatian dan menyayangi kami.
Kehidupan sekolahku dari dulu hingga sekarang normal saja hingga aku bertemu dengan dia, seorang laki- laki yang aneh. Di sini aku akan menceritakan kisah hidupku yang aneh dan rumit yang pasti tidak akan mudah di percaya oleh orang biasa.
"Yah, Reni mau lanjut sekolah di Jakarta" kataku pada ayah yang sedang asik memebaca kabar terbaru di hp
"Hmm.. Nilai kamu bagus, terserah kamulah mau lanjut di mana" jawab ayahku masih fokus dengan hpnya
"iya nak, terserah kamu saja, yang penting kamu fokus belajar bukan cinta- cintaan ya" kali ini kata mamaku
"Iya, Reni cuman mau cinta- cintaan kalau Reni di lamar langsung" jawabku. "Reni tidur deluan ya mama ayah, Assalamualaikum" kataku, mama dan ayahku menjawab salam dariku dan aku segera masuk ke kamarku.
Hari- hariku berlalu seperti biasa, aku lulus smp seperti teman- teman seusiaku, tidak mendapatkan nilai yang bagus sekali tidak juga mendapatkan nilai yang paling jelek.
Besok adalah hari keberangakatanku ke Jakarta, Ayahku sudah menyiapkan semuanya, mulai dari sekolahku hingga tempat tinggalku nanti di sana, bahkan peralatan sekolah seperti pensil dan lainya sudah ia siapkan, Berlebihan. Ya..... Dia seorang ayah yang hebat, begitu juga dengan mama.
"Ingat makan di sana, kalau nyebrang jalan lihat- lihat dulu, jaga diri, jangan pulang sampai malam, menghemat, jaga perilaku, ingat solat, mengaji juga, ta-"
"Thajud, tidur tepat waktu, bangun juga begitu, menyimpan rumah sebelum kesekolah, daann lainyaaa" kataku memotong ucapan mama. "mama sudah bilang itu berulang- ulang sejak kemarin, jangan khawatir, Rena jaga diri kok di sana,nanti Rena telpon kalau ada apa- apa" kataku
"Hoo, anak perempuan mama satu- satuya mau pergi ninggalin mamanya.. Mama tambah sedih ternyata bukan pergi dengan seorang cowok tampan malah pergi seorang diri, dasar jomblo" kata mamaku mengejek
"Halahh, udah ah, Rena mau tidur, Assalamualaikum" Kataku langsung masuk ke kamar dengan cepat
Hari esok tibah dengan cepat, aku sudah berdiri siap di bandara dengan keluarga dan teman- temanku yang menatap sedih kepergiaanku, aku biasa saja.
Lima menit berlalu, akhirnya saat keberangakatanku tiba, keluarga dan teman- temanku semakin sedih saat mengetahui hal itu.
"Sudah- sudah, Rena mau berangkat dulu, nanti pesawatnya tinggalin Rena di sini lagi" kataku mulai mengambil barang- barang bawaanku. "Rena jalan dulu ya, nanti Rena Video call kalau sudah sampai di sana, Assalamualaikum" kataku dan mualai berjalan pergi meninggalkan mereka. Belum jauh aku melangkah aku segera membalik badanku dan melambaikan tanganku pada mereka.
bodoh tapi seru, dasar aneh. Batinku
YOU ARE READING
Takdir (TAMAT)
Teen FictionKau meninggalkanku bagitu saja, hanya meninggalkan surat yang tak berarti bagiku, aku sedih, tapi ketika engkau berkata kalau tuhan menyiapkan kejutan di balik semua ini, aku berusaha kembali menjadi diriku dan menjalani hariku seperti biasa dengan...
