Rabu, 30 Mei 2018
Pukul 19.30 WITA
Rafael :"Oy Ran! Sini dulu." (teriak El)
Rani :"Kenapa El?"
Rafael :"Kita lomba yok! Siapa yg paling banyak masukin bola ke-ring itu, harus traktir tiket bioskop lagi gimana?"
Rani :"Oke. Siapa takut!"
Mira :"Buset dah cuman tiket aja sampai segitunya."
Rafael :"Bilang aja lu mau juga gratisan tiket bioskop kan?" (tanya El ke Mira)
Mira :"Ih enggak, tiket bioskop mah gak seberapa sama tiket konsernya BTS. Mending gue taruhan tiket BTS daripada tiket bioskop kan mayan liat oppa."
Rani :"Bener juga nih kata Mira, kuylah next time kita taruhan tiket konser aja gimana?"
Rafael :"Emang kok ciwi-ciwi ini fanatik korea jadinya gini nih. Bentar-bentar bahas oppa."
Mira :"Bilang aja lu iri kalah ganteng dari mereka kan El?" (ledek Mira)
Rafael :"Njir, ya gak lah. Gue justru bersyukur ganteng alami dari tuhan."
Rani & Mira :"Iyain."
Merekapun berlomba-lomba memasukkan bola basket itu.
(Disisi lain)
Ivan dan Dony bermain balap mobil, sementara Bela hanya duduk sambil mendengarkan lagu lewat earphonenya.
Beberapa menit kemudian
Rafael :"Yaelah! Padahal cuma beda 2 aja itu score."
Rani :"Yeay! Gue menang untuk ke-4 kalinya hahaha."
Rafael:"Traktir tiket sama popcorn lagi dong gue-_-." (jawab El)
Rani:"Sudahlah El, emang dari sananya lu takdirnya traktirin gue mulu hahaha."
Rafael:"Gue akuin sih kalau lu jago dari lahir Ran wkwkwk."
Rani:"Iya dong wkwkwk. Yaudah kita samperin Bela yok!."
Rafael:"Kasian cuman duduk sendirian kayak jomblo karatan wkwkwk." (sambil menghampiri Bela)
Rani:"Lu aja jomblo belumut kali El, sangking lamanya sendiri hahaha."
Rafael:"Pacaran gak semudah itu ferguso."
Bela:"Ferguso itu apaan dah?."
Rani:"Musuhnya Tom kayaknya wkwkwk."
Rafael:"Tuh tau hahaha."
Bela:"Hubungannya apaan sama pacaran El?."
Rafael:"Masih polos kamu Bel. Entar diomelin abangmu lagi ajarin yg gak bener wkwkwk."
Bela:"Ih dasar pelit."
Rafael:"Btw si Mira kemana dia?."
Bela:"Aku liat sih masuk toilet."
Rafael:"Oh pantesan."
-SKIP-
Back to Dony dan Ivan.
Telepon Dony berdering.
Dony:"Halo kenapa kak?."
Kia:"Kamu dimana?."
Dony:"Aku masih di funcity. Ada apa kak?."
Kia:"Nenek meninggal Don, mamah sama papah mau kamu pulang sekarang."
Dony:"Innalillahi, yasudah kak aku otw pulang."
(Telepon Ditutup)
Ivan:"Gue turut berduka ya Don, semoga amal ibadah nenek lo diterima disisi Allah."
Dony:"Iya Van. Makasih ya, yaudah aku mau pamit kemereka sekarang."
(Dony dan Ivan menghampiri El, Rani dan Bela..)
Dony:"Hmm.. Guys, gue cabut duluan yah, soalnya nenek gue meninggal."
Rani & Bela:"Innalillahi wa innalillahi rojiun."
(ucap mereka serentak)
Rafael:"Iya Don, gue turut berduka cita atas kepergian nenek lo ya sob." (sambil meluk Dony)
Dony:"Makasih ya El, oiya Mira mana?."
Bela:"Ada ditoilet."
Dony:"Yaudah sampein ke dia aja ya kalo aku buru-buru balik."
Ivan:"Siap."
Rani:"Hati-hati ya, jangan ngebut."
Dony:"Iya Ran."
Setelah Dony pergi Mira menghampiri mereka.
Mira:"Dony mana?."
Rafael:"Lu telat Bambang. Sudah balik dia."
Mira:"Ih aku itu punya nama tau! Emang kenapa dia balik duluan?"
Ivan:"Dia ditelpon kakaknya tadi."
Bela:"Iya neneknya meninggal Ra. Jadi dia pulang."
Mira:"Hmm aku turut berduka juga ya."
Rani:"Btw lu lama banget diwc Ra."
Rafael:"Betapa dia cuk. Wkwkwk." (gurau El)
Mira:"Betapa gundulmu." (jitak kepala El)
Rafael:"Sakit bego!"
Mira:"Tadi itu antri Ran sama ibu-ibu."
Bela:"Hmm maklum kalau lama karena antri."
Ivan:"Ini lanjut atau udahan mainnya?"
Rafael:"Next aja lagi kesini."
Rani:"Iya nih.. Gue sudah pegel lomba sama El tadi."
(Mereka pun kembali kerumah masing-masing.)
YOU ARE READING
Don't Touch S1
HorrorSekelompok pemuda yg menjadi kelinci percobaan Jeff diruang bawah tanah rumahnya ini merupakan suatu hobby yg jarang sekali ditemui pada umumnya.. "Jika kau menyentuhnya maka kau akan mati." Itulah yang terjadi. Cast in S1: -Dony Setiawan -Kia Sab...
