Sore itu, aku sedang di rumah bersama saudaraku. Ya, hanya berdua. Tapi, dia terlalu sibuk bermain gawainya. Tak peduli keadaan sekitar. Tak peduli kakaknya yang mondar mandir tak tentu arah untuk menemukan inspirasi dalam imajinasinya.
Ya, disinilah aku menikmati kegabutanku, naik ke atas atap, menyendiri. Memang, ini adalah me time berbasis menyembunyikan ke-jomblo-an.
Ku rebahkan tubuhku ke atap berwarna oranye, gawaiku masih memutar lagu faforitku dari speakernya. Gawaiku terasa sepi, hanya ada notifikasi dari grup chat yang membahas liburan, namun aku tidak mengikuti liburan itu. Ah, daripada dadaku semakin sesak karena batal liburan aku mengalihkan perhatianku. Tujuanku adalah kontak sahabatku, sepi. Dia berkata lelah karena baru saja selesai melakukan perjalanan jauh. Sepi terus menyelimutiku.
Tubuhku mulai merasaa tidak nyaman karena atap tempatku rebahan terdapat tonjolan-tonjolan. Semut-semut di bawahku pun mulai menggelitikku dengan gigitannya. Namun aku tak kunjung bangkit dari rebahku. Angin sepoi-sepoi yang membelaiku dan langit senja yang cerah sungguh membuatku betah.
Aku hanya bermain-main dengan kamera gawaiku. Berpose sedemikian rupa agar sahabatku mengetahui bahwa aku menikmati waktu santaiku disini.
Tiba-tiba deru khas dari pesawat menggelitik telingaku. Kuarahkan pandanganku mencari sumber suara. Akhirnya kutemukan pesawat itu. Tepat lurus di hadapanku. Kuarahkan kamera gawaiku dan kupotret momen itu. Karena tidak ingin ketinggalan momen, aku tidak menyadari bahwa aku memotret di ruang chat antara aku dan sahabatku. Ya sudahlah, ku kirim saja di sana. Lalu, ketika sahabatku bertanya tanya apa maksud dari foto itu, kembali deru pesawat memanggilku, langsung saja ku abadikan dan ku kirim lagi ke dia. Pertanyaannya belum ku jawab. Akhirnya ku balas juga pertanyaannya dengan jawaban "itu adalah pesawat".
DU LIEST GERADE
KeGABUTanku
HumorCerita tentang diriku yang selalu gabut dan tidak tahu harus melakukan apa dan akhirnya terdampar disini. Dikemas secara puistis agar memberi kesan tidak gabut, padahal gabut.
