Park Seo Hyeon

3 0 0
                                        

Happy reading ⏳

Senandungan kecil keluar dari mulut seorang gadis yang membawa sebuah kantong plastik sambil berjalan di koridor apartemen. Semangatnya tampak terlihat dari cara jalannya yang membuat kunciran gadis itu bergerak ke kanan dan ke kiri. Senyum tak luput dari wajahnya. Kakinya kemudian berhenti ke depan pintu apartemen nomor 426, tujuannya.

Hyeon menempelkan sidik jarinya untuk membuka pintu. Tak lama pintu berbunyi “klek”, tanda sudah bisa dibuka. Hyeon melangkahkan kakinya, dan hal pertama yang ia temukan adalah seorang laki laki tanpa atasan tertidur pulas di sofa.

Hyeon mendengus, kemudian mengguncang guncangkan tubuh lelaki itu agar dia bangun.
Sadar usahanya tak akan berhasil, Hyeon menyeringai kecil, kemudian berteriak heboh sambil mengguncang guncangkan badan lelaki itu lagi. “Oppa! Ada seorang laki laki di kamar Rena-eonnie!” Panik, Namjoon langsung bangun, menuju kamar adiknya, Kim Rena. Sedangkan Hyeon kabur ke dapur, menaruh kantung plastik diatas meja makan.

“Mana? MANA?!” Lelaki posesif itu membuka buka lemari, menarik selimut Rena sampai betis, menenggok ke bawah kasur, dan membuka buka kamar mandi yang terdapat di kamar itu. Hyeon yang baru kembali dari dapur, dan menyusul Namjoon, tertawa sambil memegangi perut, kemudian jongkok saking dashyat ketawanya.

Ani-ya, oppa. Aku susah membangunkanmu, jadi ku gunakan trik itu.” Namjoon terkekeh sambil menggaruk kepalanya, kemudian mendatangi Hyeon dan megacak rambut gadis itu.

“Gadis nakal ini! Untung aku tidak jantungan.” Hyeon tertawa, kemudian memeluk orang yang ia sudah anggap seperti kakak sendiri. Namjoon balas memeluk gadis yang merupakan sahabat adiknya sejak masuk SMA Hyeon kemudian merapikan rambutnya.

“Makanlah, aku bawakan sarapan.” Ucap Hyeon sambil tersenyum tipis. Namjoon mengangguk lalu menuju meja makan.Rena, yang selimutnya ditarik sampai betis, masih terlelap dengan wajah polosnya. Hyeon mendengus, mengguncang guncangkan tubuh eonnienya. Rena menggeram, kemudian memutar badannya.

Eonnie, ayo nanti kita telat.” Hyeon masih sabar membangunkan Rena tanpa cara yang laknat. Sekali lagi, gadis itu hanya mendengus. Kehilangan cara dan kesabaran, Hyeon membawa gayung keluar dari kamar mandi, kemudian mencipratkan air ke arah Rena. “Bangun, eonnie!” Geram Hyeon. Rena bangun dengan posisi terduduk, mengacak acak rambutnya. “YA! Tunggu lah! Aku sedang mengumpulkan energy untuk bangun.”  Hyeon terkekeh, Rena makin mengacak acak rambutnya.

“Cepatlah pergi mandi! Aku sudah bisa mencium bau tidak sedap dari sini.” Rena mendengus kasar. Hyeon menyerahkan gayung yang ia pakai untuk menciprat Rena tadi kepada pemiliknya. Rena mengambil gayung itu dari tangan Hyeon kemudian melangkah ke kamar mandi dan menguncinya.

YA! Eonnie! Kau tidak bawa baju ke kamar mandi?!” Rena mendengus kesal karena kecerobohan dirinya sendiri. “Aigoo. Hyeon, tolong ambilkan bajuku.” Hyeon mendengus kesal, yang direspon tawa oleh Rena. “Tolong ya, adik ku yang paling manis, baik hati, dan membangunkan orang lain dengan baik dan benar. Gomawo, saranghae. Muach muach.” Muncullah sifat alami seorang Kim Rena setelah beberapa saat dibangunkan. Hyeon membuka lemari pakaian Eonnie-nya, dan mulai memilih baju.

Hyeon kemudian berdecak. Lemari Rena penuh dengan celana panjang yang memiliki style sengaja di robek robek. Hyeon menghela nafas, dan pilihannya jatuh pada sweater pink dengan celana denim tanpa robek robek. Hanya satu satunya celana tanpa robek robekan di lemari Rena. “Hyeon, tolong bajuku.” Rena membuka pintu kamar mandi, hanya mengulurkan tangannya, Hyeon memberikan baju yang ia pilih ke tangan Rena. Rena menarik tangannya, kemudian menutup pintu.

 Rena menarik tangannya, kemudian menutup pintu

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Love MazeStories to obsess over. Discover now