Perbedaan

7 1 2
                                        

Aku hidup dalam perbandingan, apa yang kulakukan, pilihan, dan pendapat selalu saja dibanding kan dengan kedua adikku.

"Besok kalo kamu udah lulus kamu mondok di SMP ****** ya? Yang bagus, jangan kayak kakakmu"

Aku sering mendengar kata-kata itu. Berbagai sidiran pernah kudengar.  Sakit, itu yang kurasakan. Sampai dadaku sakit, hampir tak bisa bernafas. Tak tau, apa mereka tidak  merasa kalau dengan kata kata itu aku tersakiti.

Aku tahan air mata agar tidak keluar, aku nggak mau orang lain tau kalau aku sakit. Selama ini aku hanya menahannya dalam hati.

Tak hanya itu, barang- barangku, pakaian, dll. Itu semua juga berbeda.

Tapi aku tidak bisa marah ke mereka, karena mereka orang tua ku.

Aku hanya akan menangis saat aku sendiri, tak perlu ada yang tau.

Yang selalu kupikirkan adalah betapa bodoh nya aku sebagai kakak, bagaimana ada adik yang lebih pintar dari kakak nya.

Aku merasa aku anak yang nggak berguna, dan gak bisa diandalkan. Aku sudah berusaha sebaik mungkin tapi itu nggak berguna.

Aku hanya butuh seseorang yang ingin mendengar kisah-kisah sedih ku. Teman curhat, dan mengerti apa yang kurasakan.

End

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 16, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Just StoryWhere stories live. Discover now