aku tidak bermaksud membuat mu sedih
membuatmu merasa bersalah
ataupun membuatmu terluka
aku hanya menulis sebuah catatan kecil yang membuatku tenang, maafkan aku jika aku membuatmu bersedih tapi aku tidak bermaksud begitu, jika kamu berfikir aku menulis hanya untuk menjatuhkan kamu, itu salah besar, aku menulis karena aku ingin hatiku tenang, mengertilah aku hanya ingin luka yang kamu tusukan itu hilang dengan tulisan ini, bukan untuk membuat luka lagi, apakah kamu mengerti ? seberapa besar luka yang kamu tusukan ? luka ini masih membekas dengan sejuta kenangan dan rindu yang membuatku sangat terasa sakit, apalagi disaat rindu itu datang berputar-putar dikepalaku, apa yang aku bisa perbuat ? aku hanya bisa terdiam dengan sejuta kesedihan, cobalah untuk mengerti sedikit saja, hidup ini bukan tentang dirimu, kamu merasa terluka saat aku tuliskan sebuah perasaan yang aku rasakan, apakah kamu menyadari bahwa kaulah yang pertama kali memberi luka dalam, dan sampai sekarang masih membekas di dada, ketahuilah ketika kamu mencintai dengan tulus, memberikan seluruh hatimu pada seseorang yang kamu cintai sepenuh hati, tapi yang kamu dapatkan adalah pengkhianatan, aku tidak bisa berkata apa-apa saat itu, aku hanya bisa terdiam dalam kegelapan menatap langit, sembari memikirkan "inikah yang dinamakan cinta ?" aku sangat terpukul, menahan emosi, aku bisa saja mengeluarkan emosiku, tapi aku tau emosi tidak bisa menyelesaikan apapun, aku mencoba untuk berfikir logis tapi apa ? kamu mencoba untuk menangkis semua yang aku pikirkan, dan disaat itulah aku mengerti bahwa hatimu bukan untuku lagi, rasa sayangmu bukan untuku lagi, tapi kenapa saat aku tuliskan perasaan ku membuatmu terluka ? seharusnya aku yang menyalahkanmu, mengeluarkan nada tinggi kepadamu, tapi aku tidak ingin seperti itu, kenapa harus aku yang sekarang disalahkan ? siapa yang sebenarnya salah ? apakah aku menyakitimu ? apakah aku membuatmu terluka ? untuk apa aku menyakitimu kalau melihatmu menangis membuatku sengsara, apakah kamu tau perjuanganku mendapatkanmu itu tidak segampang kamu meninggalkanku, sudahlah aku tak ingin berdebat lagi soal masalah ini, cukup sampai disini kamu memberi luka kepadaku, aku tak ingin lagi disakiti olehmu, aku tak ingin lagi merasakan perih yang mendalam saat bertemu dengan mu, aku hanya ingin membuat kisah ini menjadi sebuah kenangan, menjadikan kisah ini sebagai pelajaran hidup, bahwa memperjuangkan cinta itu bukan cuman satu orang, memperjuangkan cinta itu butuh dua orang yang saling mengerti, bukan saling menyakiti, aku tidak menyalahkanmu hanya aku kecewa kepadamu setelah apa yang kau janjikan kepadaku,karena janjimu itu terlalu manis, dan aku menyesal telah menelan janji itu dan ternyata didalam janji itu tersimpan racun pembunuh hati, yang akan membunuhku secara perlahan tanpa kusadari.
YOU ARE READING
ketika si pejuang dihianati
Non-Fictionini bukan cerita fiksi, tapi ini sebuah catatan pendek tentang seseorang yang berjuang mempertahankan namun yang dia dapat adalah penghianatan, untuk kamu yang sama sepertiku bersabarlah, tuliskan semua yang kau rasakan dan jadikan sebagai pelajaran...
